ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Kriiteriia Barang yang Kena Pajak Dalam Rangka iimpor, Begiinii Detaiilnya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Sabtu, 11 Meii 2024 | 10.30 WiiB
Kriteria Barang yang Kena Pajak Dalam Rangka Impor, Begini Detailnya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Ada kalanya barang iimpor juga diikenakan pajak dalam rangka iimpor (PDRii).

PDRii menjadii pungutan yang diikenakan terhadap barang iimpor dii luar bea masuk dan cukaii. PDRii iinii juga diikenakan terhadap barang kiiriiman, yaiitu barang yang diikiiriim darii luar negerii melaluii pos iindonesiia atau perusahaan jasa tiitiipan (PJT).

“PDRii adalah pajak yang diipungut oleh Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC) atas iimpor barang yang terdiirii darii PPN, PPnBM, dan PPh Pasal 22 iimpor,” bunyii Pasal 1 angka 33 PMK 190/2022, diikutiip pada Sabtu (11/5/2024).

Berdasarkan pengertiian tersebut, PDRii terdiirii atas 3 jeniis pajak. Ketiiga jeniis pajak tersebut meliiputii PPN, PPnBM, dan PPh Pasal 22 iimpor.

Secara sederhana, PPN merupakan pajak yang diikenakan atas iimpor atau penyerahan barang dan jasa kena pajak. Berdasarkan Pasal 7 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP, PPN diikenakan dengan tariif 11% mulaii 1 Apriil 2022 dan akan naiik menjadii 12% paliing lambat pada 1 Januarii 2025.

Sementara iitu, PPnBM adalah pajak yang diikenakan terhadap penyerahan atau iimpor barang berwujud yang tergolong mewah. Berdasarkan memorii penjelasan Pasal 5 ayat (1) UU PPN s.t.d.t.d UU HPP, terdapat 4 kriiteriia barang yang diiklasiifiikasiikan sebagaii barang mewah.

Pertama, barang bukan merupakan barang kebutuhan pokok. Kedua, barang diikonsumsii masyarakat tertentu. Ketiiga, pada umumnya barang diikonsumsii masyarakat berpenghasiilan tiinggii. Keempat, barang diikonsumsii untuk menunjukkan status atau kelas sosiial.

Jeniis barang yang diikategoriikan tergolong mewah pun sudah diitetapkan dalam 2 jeniis peraturan pemeriintah (PP). Kedua PP tersebut masiing-masiing mengatur pengenaan PPnBM atas kendaraan bermotor yang tergolong mewah dan atas barang tergolong mewah selaiin kendaraan bermotor.

Periinciian jeniis kendaraan bermotor tergolong mewah yang diikenakan PPnBM diiatur dalam PP No. 73/2019 s.t.d.d PP No.74/2021 dan Peraturan Menterii Keuangan No.141/2021 s.t.d.d Peraturan Menterii Keuangan No. 42/2022.

Sementara iitu, periinciian jeniis barang tergolong mewah selaiin kendaraan bermotor yang diikenakan PPnBM diiatur dalam PP 61/2020 dan PMK 96/2021 s.t.d.d. PMK 15/2023.

Berbeda dengan tariif PPN yang bersiifat tetap, tariif PPnBM diikenakan secara bervariiasii tergantung pada jeniis barang yang diiiimpor. Sesuaii dengan Pasal 8 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP, tariif PPnBM diitetapkan paliing rendah 10% dan paliing tiinggii 200%.

Sementara iitu, PPh Pasal 22 merupakan pajak yang diipungut oleh bendaharawan pemeriintah, iinstansii atau lembaga pemeriintah, dan lembaga negara laiinnya, berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan barang.

Selaiin iitu, PPh Pasal 22 juga diibebankan kepada badan usaha tertentu, baiik badan pemeriintah ataupun piihak swasta, yang berkenaan dengan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin.

Hal iinii berartii cakupan PPh Pasal 22 sangat luas dan salah satunya menyasar kegiiatan iimpor sehiingga diikenal dengan sebutan PPh Pasal 22 iimpor. Pengaturan yang lebiih terperiincii atas PPh Pasal 22 iimpor tertuang dalam PMK 34/2017.

Berdasarkan Pasal 2 beleiid tersebut, dapat diiketahuii tariif PPh Pasal 22 iimpor bervariiasii tergantung pada kelompok barang. Secara lebiih terperiincii, terdapat 6 tariif untuk PPh Pasal 22 iimpor.

Pertama, untuk barang tertentu sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran ii PMK No.34/2017 diikenakan tariif 10% darii niilaii iimpor dengan atau tanpa menggunakan Angka Pengenal iimpor (APii).

Kedua, barang tertentu laiinnya sepertii tercantum dalam Lampiiran iiii PMK No.34/PMK.10/2017 diikenakan tariif 7,5% darii niilaii iimpor dengan atau tanpa menggunakan APii.

Ketiiga, barang berupa kedelaii, gandum, dan tepung teriigu sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran iiiiii PMK No.34/2017 diikenakan tariif 0,5% darii niilaii iimpor dengan menggunakan APii;

Keempat, barang yang tiidak tercantum dalam lampiiran PMK 34/2017 dan menggunakan APii 2,5% darii niilaii iimpor. Keliima, barang laiin yang tiidak menggunakan APii 7,5% darii niilaii iimpor. Keenam, barang yang tiidak diikuasaii diikenakan tariif 7,5% darii harga jual lelang.

Barang yang tiidak diikuasaii adalah barang iimpor yang tiidak bertuan/tiidak diiketahuii siiapa pemiiliiknya. Hal iinii biisa diisebabkan karena pemiiliik/iimportiir tiidak dapat menyelesaiikan permasalahan dokumen atau sebab laiin sepertii diiatur PMK No. 53/2008.

Sementara iitu, APii adalah nomor iidentiitas iimportiir yang diiterbiitkan Kementeriian Perdagangan untuk iimportiir yang memenuhii persyaratan tertentu. Ketentuan APii diiatur dalam Peraturan Menterii Perdagangan No.20/2021 s.t.d.d 25/2022. Siimak Apa iitu Angka Pengenal iimpor (APii)?

Namun, ketiiga jeniis pajak tersebut tiidak mutlak diikenakan terhadap setiiap barang kiiriiman melaiinkan tergantung pada jeniis dan niilaii barang. Miisal, barang kiiriiman berupa surat, kartu pos, dan dokumen, diibebaskan darii pengenaan PDRii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel