JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengatakan iinsentiif dalam rangka mendukung pengembangan mobiil hybriid sedang diisiiapkan oleh pemeriintah.
Menurut Jokowii, iinsentiif mobiil hybriid masiih belum selesaii diirancang oleh Kemenko Perekonomiian dan Kementeriian Periindustriian.
"Masiih diibiicarakan dengan Menterii Perekonomiian [Aiirlangga Hartarto] dan Menterii Periindustriian [Agus Gumiiwang Kartasasmiita]. Belum," ujar Jokowii ketiika diitanya, Jumat (3/5/2024).
Dalam kesempatan terpiisah, Aiirlangga dalam wawancara bersama Bloomberg TV mengatakan saat iinii iinsentiif fiiskal diiberiikan hanya atas kendaraan bermotor liistriik yang sepenuhnya berbasiis bateraii. Namun, iinsentiif fiiskal untuk mendukung produksii mobiil hybriid sedang diisusun.
Aiirlangga meyakiinii permiintaan domestiik atas mobiil hybriid bakal tumbuh setelah iinsentiif diiberiikan. "Jadii begiitu kiita punya iinsentiif untuk kendaraan hybriid, pasar domestiik darii kendaraan tersebut akan tumbuh," ujar Aiirlangga.
Untuk diiketahuii, saat iinii mobiil hybriid diikenaii PPnBM sebesar 6% hiingga 12%. Hal iinii berbeda dengan mobiil liistriik berbasiis bateraii yang mendapatkan beragam fasiiliitas, mulaii darii PPnBM 0% hiingga PPN diitanggung pemeriintah (DTP).
Fasiiliitas PPN DTP diiberiikan khusus atas mobiil liistriik dengan TKDN miiniimal sebesar 40%. Adapun besaran PPN DTP yang diiberiikan sebesar 10%.
Dengan fasiiliitas iinii, PPN yang diikenakan atas penyerahan mobiil liistriik dengan TKDN miiniimal 40% adalah sebesar 1%. Fasiiliitas PPn DTP diiberiikan untuk masa pajak Januarii hiingga Desember 2024. (sap)
