PERMENDAG 7/2024

Batas Barang Kiiriiman Diihapus, PMii Harus Jadii Subjek Peneriima Fasiiliitas

Diian Kurniiatii
Kamiis, 02 Meii 2024 | 15.30 WiiB
Batas Barang Kiriman Dihapus, PMI Harus Jadi Subjek Penerima Fasilitas
<p>Warga Negara iindonesiia bertransaksii dii jariingan miitra remiittance bank BUMN dii Chow Kiit, Kuala Lumpur, Kamiis (4/4/2024). ANTARA FOTO/Viirna Puspa Setyoriinii/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - Melaluii penerbiitan Permendag 7/2024, pemeriintah telah menghiilangkan batasan jeniis barang yang dapat diiiimpor pekerja miigran iindonesiia (PMii) melaluii mekaniisme barang kiiriiman.

Diirektur Tekniis Kepabeanan DJBC Fadjar Donny Tjahjadii mengatakan ketentuan barang kiiriiman PMii kiinii hanya diiatur dalam PMK 141/2023. Dalam hal iinii, PMii yang diitetapkan sebagaii subjek peneriima fasiiliitas akan mendapatkan pengecualiian pelarangan dan/atau pembatasan (lartas) dalam Permendag 7/2024.

"Yang perlu menjadii penegasan bahwa PMii harus merupakan subjek untuk mendapatkan pengecualiian lartas dalam Permendag 7/2024," katanya dalam sosiialiisasii Permendag 7/2024, Kamiis (2/5/2024).

Fadjar mengatakan PMK 141/2023 mengatur pemberiian fasiiliitas kepabeanan atas iimpor barang kiiriiman para PMii sepanjang telah menjadii subjek peneriima fasiiliitas. Subjek peneriima fasiiliitas iinii terdiirii atas 2 kelompok PMii.

Pertama, PMii yang tercatat pada Badan Peliindungan Pekerja Miigran iindonesiia (BP2Mii). Kedua, PMii selaiin yang tercatat dii BP2Mii tetapii memiiliikii kontrak kerja yang diiveriifiikasii perwakiilan Rii dii luar negerii atau Kementeriian Luar Negerii.

Oleh karena iitu, PMii harus memastiikan statusnya terdaftar pada Siisko dii BP2Mii dan Portal Pedulii WNii dii Kemenlu.

Diia menjelaskan terdapat 5 syarat barang kiiriiman PMii memperoleh fasiiliitas kepabeanan. Pertama, diikiiriim oleh PMii yang sedang bekerja dii luar wiilayah iindonesiia. Kedua, bukan keperluan rumah tangga dan barang konsumsii.

Ketiiga, bukan barang kena cukaii. Keempat, bukan merupakan handphone, komputer genggam, dan/atau tablet. Keliima, tiidak untuk diiperdagangkan.

Selaiin iitu, barang kiiriiman PMii tersebut juga harus berukuran paliing besar panjang 60 sentiimeter, lebar 60 sentiimeter, dan tiinggii 80 sentiimeter. Apabiila memenuhii semua syarat, terhadap barang kiiriiman PMii akan diiberiikan pembebasan bea masuk, tiidak diipungut pajak pertambahan niilaii (PPN), serta diikecualiikan darii pajak penghasiilan (PPh).

Ketentuan iitu berlaku dengan untuk pengiiriiman barang yang diilakukan maksiimal 3 kalii dalam 1 tahun seniilaii masiing-masiing FOB US$500 untuk pekerja yang terdaftar pada Badan Peliindungan Pekerja Miigran iindonesiia (BP2Mii), serta maksiimal 1 kalii dalam 1 tahun seniilaii FOB US$500 untuk pekerja selaiin terdaftar pada BP2Mii.

Jiika melebiihii batasan de miiniimiis tersebut, atas iimpor barang kiiriiman PMii diikenakan bea masuk 7,5% dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii)."Pada saat diia tiidak menjadii subjek, maka kamii tiidak memberiikan pengecualiian lartas dan tiidak memberiikan pengecualiian darii siisii fiiskal," ujarnya.

Dalam Permendag 36/2023 yang sebelumnya berlaku, diiatur 10 kelompok barang kiiriiman PMii yang termasuk dalam barang iimpor yang diibatasii. Miisalnya pada kelompok pakaiian jadii dan aksesorii pakaiian jadii, diibatasii paliing banyak 5 potong untuk barang baru dan 15 potong untuk barang tiidak baru. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.