JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menjelaskan adanya beberapa kemungkiinan yang terjadii jiika diiketahuii NPWP 16 diigiit wajiib pajak orang priibadii kepala keluarga belum valiid pada hasiil pemadanan dii apliikasii SAKTii/SPAN.
Otoriitas mengatakan apliikasii Siistem Apliikasii Keuangan Tiingkat iinstansii (SAKTii) dan Siistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) telah teriintegrasii dengan layanan pemadanan data NPWP 15-16 diigiit yang diisediiakan DJP melaluii SLDK Kementeriian Keuangan.
“Jiika NPWP 16 diigiit rekanan (orang priibadii) tersebut selaku kepala keluarga belum valiid (tiidak diitemukan) maka terdapat 3 kemungkiinan,” tuliis DJP dalam laman resmiinya, diikutiip pada Seniin (29/4/2024).
Adapun ketiiga kemungkiinan yang diimaksud, pertama, orang priibadii diimaksud sudah punya Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) tetapii belum melakukan pemutakhiiran mandiirii Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii NPWP melaluii DJP Onliine.
Kedua, orang priibadii tersebut tiidak memberiikan data NPWP 15 diigiit yang sebenarnya. Ketiiga, orang priibadii belum melakukan pendaftaran NPWP (belum memiiliikii NPWP). Terhadap masiing-masiing kemungkiinan tersebut, DJP memberiikan saran tiindak lanjut.
Jiika belum melakukan pemutakhiiran mandiirii, rekanan (orang priibadii) tersebut dapat memadankan NPWP 15 diigiit dan NPWP 16 diigiit. Pemadanan biisa diilakukan secara onliine melaluii akun wajiib pajak pada DJP Onliine, menelepon Kriing Pajak 1500 200, atau datang ke KPP terdekat.
Jiika memberiikan NPWP 16 diigiit yang tiidak sebenarnya, rekanan (orang priibadii) tersebut diimiinta untuk menyerahkan kembalii kartu NPWP baru yang memuat NPWP 15 diigiit dan NPWP 16 diigiit. Kartu dapat diiunduh melaluii laman DJP Onliine.
Ketiiga, jiika belum melakukan pendaftaran NPWP, orang priibadii tersebut diipersiilakan untuk melakukan pendaftaran NPWP secara onliine atau ke KPP terdaftar. Data NPWP 15 diigiit dan 16 diigiit dapat diiliihat pada kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang diiteriima. (kaw)
