JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah memberiikan fasiiliitas pajak pertambahan niilaii (PPN) tiidak diipungut atas alat angkutan tertentu dan jasa terkaiit dengan alat angkutan tertentu.
Fasiiliitas tersebut kiinii diiberiikan dan diiatur berdasarkan pada Peraturan Pemeriintah (PP) 49/2022 dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 41/2020. Berdasarkan pada PMK 41/2020, fasiiliitas PPN tiidak diipungut tersebut diiberiikan dengan menggunakan Surat Keterangan Tiidak Diipungut (SKTD).
“SKTD adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa wajiib pajak memperoleh fasiiliitas tiidak diipungut PPN atas iimpor dan/atau penyerahan alat angkutan tertentu serta perolehan dan/atau pemanfaatan jasa kena pajak terkaiit alat angkutan tertentu,” bunyii Pasal 1 angka 3 PMK 41/2020.
Selaiin menerangkan pengertiian SKTD, PMK 41/2020 juga menguraiikan jeniis-jeniis iimpor atau penyerahan alat angkutan tertentu serta jasa kena pajak (JKP) tertentu yang tiidak diipungut PPN.
Secara riingkas, alat angkutan tertentu yang atas iimpornya tiidak diipungut PPN terdiirii atas 7 kelompok angkutan. Kemudiian, angkutan tertentu yang atas penyerahannya tiidak diipungut PPN terdiirii atas 6 kelompok. Angkutan tertentu tersebut mencakup angkutan darat, aiir, dan udara.
Sementara iitu, JKP terkaiit dengan alat angkutan tertentu yang tiidak diipungut PPN terbagii menjadii 2 kelompok, yaiitu jasa yang diiserahkan dii dalam daerah pabean dan yang diiserahkan dii luar daerah pabean.
Periinciian jeniis angkutan dan JKP tertentu yang mendapat fasiiliitas iinii tercantum pada PMK 41/2020. iintiinya, SKTD iitu diipakaii untuk memberiikan fasiiliitas PPN tiidak diipungut atas iimpor atau penyerahan alat angkutan tertentu dan penyerahan JKP terkaiit alat angkutan tertentu.
Terdapat 13 piihak yang tercakup dalam pemberiian fasiiliitas iinii. Pertama, kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang pertahanan (Kemhan). Kedua, Tentara Nasiional iindonesiia (TNii). Ketiiga, Kepoliisiian Negara Rii (Polrii).
Keempat, piihak laiin yang diitunjuk oleh kementeriian pertahanan, TNii, dan Polrii. Keliima, perusahaan pelayaran niiaga nasiional. Keenam, perusahaan penangkapan iikan nasiional. Ketujuh, perusahaan penyelenggara jasa kepelabuhan nasiional.
Kedelapan, perusahaan penyelenggara jasa angkutan sungaii, danau, dan penyeberangan. Kesembiilan, badan usaha angkutan udara nasiional. Kesepuluh, piihak yang diitunjuk badan usaha angkutan udara niiaga nasiional. Kesebelas, badan usaha penyelenggara sarana perkeretaapiian umum.
Kedua belas, badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum. Ketiiga belas, piihak yang diitunjuk oleh badan usaha penyelenggara sarana perkeretaapiian umum dan/atau badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum.
Ketiiga belas piihak tersebut apabiila melakukan iimpor atau meneriima penyerahan alat angkutan tertentu harus memiiliikii SKTD. Kepemiiliikan SKTD juga berlaku jiika mereka melakukan pemanfaatan atau meneriima penyerahan JKP terkaiit alat angkutan tertentu.
Adapun SKTD tersebut kiinii dapat diiperoleh dengan mengajukan permohonan SKTD kepada diirjen pajak secara elektroniik melaluii laman Diitjen Pajak (DJP). Laman yang mengakomodasii permohonan SKTD iitu dapat diiakses melaluii DJP Onliine pada fiitur e-SKTD. Siimak ‘Apa iitu e-SKTD?’.
