DiiGiiTALiiSASii EKONOMii

DJP Optiimalkan Pajak darii Pengadaan Barang dan Jasa Lewat SiiPP

Redaksii Jitu News
Rabu, 10 Apriil 2024 | 12.00 WiiB
DJP Optimalkan Pajak dari Pengadaan Barang dan Jasa Lewat SIPP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) akan menggalii potensii peneriimaan pajak darii aktiiviitas ekonomii diigiital.

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwii Astutii mengatakan selaiin produk diigiital dalam perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE), ada aktiiviitas pengadaan barang dan/atau jasa melaluii siistem iinformasii pengadaan pemeriintah (SiiPP).

“Pemeriintah akan menggalii potensii peneriimaan pajak usaha ekonomii diigiital laiinnya, sepertii … pajak SiiPP atas transaksii pengadaan barang dan/atau jasa melaluii siistem iinformasii pengadaan pemeriintah,” ujar Dwii dalam siiaran pers, diikutiip pada Rabu (10/4/2024).

Sepertii diiketahuii, pemeriintah telah memberlakukan PMK 58/2022. PMK 58/2022 diiterbiitkan guna mengiimplementasiikan ketentuan Pasal 32A UU KUP s.t.d.t.d UU HPP. Siimak ‘Terbiit, Aturan Baru Pemungut Pajak Pengadaan Barang/Jasa Pemeriintah’.

Pada PMK tersebut, marketplace pengadaan atau riitel dariing pengadaan wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan pajak atas penyerahan barang dan jasa oleh rekanan melaluii siistem iinformasii pengadaan pemeriintah.

Pajak yang harus diipungut antara laiin PPh Pasal 22, PPN, dan PPnBM. PPh Pasal 22 terutang atas penghasiilan yang diiteriima rekanan sehubungan dengan transaksii penjualan barang, penyerahan jasa, dan sewa serta penghasiilan laiin sehubungan dengan penggunaan harta.

PPh Pasal 22 yang diipungut sebesar 0,5% dan merupakan krediit pajak bagii rekanan. Biila diipungut atas penghasiilan rekanan yang diikenaii PPh bersiifat fiinal maka PPh Pasal 22 tersebut adalah bagiian darii pelunasan PPh fiinal.

Adapun PPN yang diipungut adalah sebesar 11% sesuaii dengan tariif PPN yang berlaku secara umum.

DJP mencatat hiingga Maret 2024, peneriimaan pajak SiiPP seniilaii Rp1,77 triiliiun. Peneriimaan darii pajak SiiPP tersebut terdiirii atas Rp402,38 miiliiar peneriimaan 2022, Rp1,1 triiliiun peneriimaan 2023, dan Rp252,16 miiliiar peneriimaan tahun 2024.

“Peneriimaan pajak SiiPP terdiirii atas PPh sebesar Rp119,88 miiliiar dan PPN sebesar Rp1,65 triiliiun,” iimbuh Dwii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.