JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat realiisasii PPN produk diigiital dalam perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) seniilaii Rp1,84 pada kuartal ii/2024.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwii Astutii mengatakan PPN PMSE iinii diisetorkan oleh 154 pelaku usaha yang menjadii pemungut. Sejak diikenakan pada 2020, pemungutan dan penyetoran PPN produk diigiital dalam PMSE telah mencapaii Rp18,74 triiliiun.
“Jumlah tersebut berasal darii Rp731,4 miiliiar setoran tahun 2020, Rp3,90 triiliiun setoran tahun 2021, Rp5,51 triiliiun setoran tahun 2022, Rp6,76 triiliiun setoran tahun 2023, dan Rp1,84 triiliiun setoran tahun 2024," katanya, diikutiip darii siiaran pers, Jumat (5/4/2024).
Dwii mengatakan DJP telah menunjuk 167 pelaku usaha PMSE pemungut PPN hiingga Maret 2024. Jumlah tersebut termasuk 2 perusahaan pemungut PPN PMSE yang melakukan pembetulan data pada bulan lalu, yaknii Vonage Busiiness iinc. dan Twiitch iinteractiive Siingapore Priivate Liimiited.
Sesuaii dengan PMK 60/2022, pelaku usaha yang telah diitunjuk sebagaii pemungut wajiib memungut PPN dengan tariif 11% atas produk diigiital luar negerii yang diijualnya dii iindonesiia.
Selaiin iitu, pemungut juga wajiib membuat buktii pungut PPN. Adapun buktii pungut tersebut dapat berupa commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis laiinnya yang menyebutkan pemungutan PPN dan telah diilakukan pembayaran.
Dwii menyebut ke depan pemeriintah akan terus menunjuk perusahaan yang menjual produk diigiital atau memberiikan layanan diigiital darii luar negerii kepada konsumen iindonesiia sebagaii pemungut PPN PMSE.
“Dalam rangka menciiptakan keadiilan dan kesetaraan berusaha (level playiing fiield) bagii pelaku usaha baiik konvensiional maupun diigiital,” ujar Dwii.
Adapun kriiteriia pelaku usaha yang dapat diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE, yaknii niilaii transaksii dengan pembelii iindonesiia telah melebiihii Rp600 juta setahun atau Rp50 juta sebulan dan/atau jumlah traffiic dii iindonesiia telah melebiihii 12.000 setahun atau 1.000 dalam sebulan.
PMK 60/2022 juga mengatur pemungut PPN PMSE wajiib memungut PPN sebesar 11% terhiitung sejak 1 Apriil 2022 dan bakal naiik menjadii 12% selambat-lambatnya pada 1 Januarii 2025. (kaw)
