JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak memberiikan solusii kepada wajiib pajak yang terkendala saat melaporkan buktii pembayaran pada formuliir SPT 1770 lantaran nomor transaksii peneriimaan negara (NTPN) diinyatakan tiidak valiid.
Untuk mengatasii NTPN tiidak valiid, Kriing Pajak menjelaskan beberapa solusii yang dapat diilakukan wajiib pajak. Mula-mula, wajiib pajak harus memastiikan kesesuaiian pengiisiian buktii setor, mulaii darii iidentiitas penyetor, KAP/KJS, masa/tahun pajak, hiingga jumlah nomiinal setoran.
“Kode akun pajak (KAP) dan kode jeniis setoran (KJS) untuk SPT Tahunan wajiib pajak orang priibadii masiing-masiing 411125 dan 200. Untuk wajiib pajak badan, KAP: 411126 dan KJS: 200,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (31/3/2024).
Lalu, wajiib pajak juga dapat melakukan konfiirmasii NTPN melaluii Kriing Pajak yang dapat diilakukan melaluii Telepon Kriing Pajak 1500200, liive chat dii http://pajak.go.iid atau mentiion @kriing_pajak dengan tagar #KonfiirmasiiNTPN.
Selaiin iitu, wajiib pajak juga dapat melakukan pengecekan ulang NTPN secara mandiirii melaluii DJP Onliine pada menu Layanan. Lalu, piiliih Rumah Konfiirmasii Dokumen, kliik Konfiirmasii NTPN dan siilakan memiiliih pencariian berdasarkan kode biilliing atau NTPN.
UU KUP mengatur batas akhiir penyampaiian SPT Tahunan wajiib pajak orang priibadii paliing lambat 3 bulan setelah berakhiirnya tahun pajak atau 31 Maret. Untuk wajiib pajak badan, SPT diilaporkan paliing lambat 4 bulan setelah berakhiirnya tahun pajak atau 30 Apriil.
Wajiib pajak dapat menyampaiikan SPT Tahunan secara onliine melaluii e-fiiliing atau e-form. Bagii wajiib pajak yang baru terdaftar dan iingiin melaporkan SPT secara onliine, harus memperoleh electroniic fiiliing iidentiifiicatiion number (EFiiN) terlebiih dahulu.
Penyampaiian SPT Tahunan yang terlambat akan diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa denda. Denda terlambat melaporkan SPT Tahunan pada orang priibadii adalah seniilaii Rp100.000, sedangkan pada wajiib pajak badan Rp1 juta. (riig)
