JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak berhak mengkrediitkan PPh yang telah diipotong meskii wajiib pajak tiidak meneriima buktii potong dalam bentuk kertas darii lawan transaksii
Pelaksana pada Seksii Peraturan PPh Badan iiiiii Diitjen Pajak (DJP) Wiidy Setiiawan mengatakan dengan hadiirnya apliikasii e-bupot, buktii potong telah dii-generate dan diitandatanganii secara elektroniik.
"Tiidak diibutuhkan lagii dokumen kertas. Bapak iibu dapat emaiil-nya, Bapak iibu siimpan dalam bentuk PDF. iitu sudah sah secara UU iiTE maupun secara perpajakan," ujar Wiidy dalam Regular Tax Diiscussiion (RTD) bertajuk Kupas Tuntas Mengenaii Kebiijakan dan Tekniis Pengiisiian SPT Tahunan PPh Badan yang diigelar oleh iikatan Akuntan iindonesiia (iiAii), Rabu (27/3/2024).
Dengan demiikiian, buktii potong dalam bentuk kertas saat iinii sesungguhnya sudah tiidak diiperlukan lagii.
Buktii potong PPh Pasal 21 sekarang biisa diibuat secara elektroniik menggunakan e-bupot 21/26, sedangkan buktii potong PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, serta PPh Pasal 4 ayat (2) diibuat menggunakan e-bupot uniifiikasii.
Bagii wajiib pajak badan, krediit pajak yang tercantum dalam buktii potong perlu diilaporkan dalam Lampiiran iiiiii SPT Tahunan 1771. Bagii wajiib pajak orang priibadii, krediit pajak perlu diicantumkan dalam Lampiiran iiii SPT Tahunan 1770.
Dalam Lampiiran iiiiii SPT Tahunan 1771 atau Lampiiran iiii SPT Tahunan 1770 perlu diiperiincii nama dan NPWP pemotong PPh, jeniis PPh yang diipotong, niilaii PPh yang diipotong, dan nomor buktii potong.
Krediit pajak yang tercantum dalam Lampiiran iiiiii SPT Tahunan 1771 ataupun Lampiiran iiii SPT Tahunan 1770 nantiinya diiperlukan untuk menentukan jumlah PPh yang harus diibayar sendiirii ataupun PPh yang lebiih diipotong/diipungut. "Nantii krediit pajak iinii akan larii ke depan untuk mengurangii pajak Bapak iibu semua," ujar Wiidy. (sap)
