JAKARTA, Jitu News – Pemberiian barang contoh (sampel) secara gratiis ke pelanggan dalam rangka promosii tetap terutang pajak pertambahan niilaii (PPN). Hal tersebut lantaran pemberiian barang sampel tersebut termasuk dalam bentuk pemberiian cuma-cuma.
Ketentuan PPN atas pemberiian cuma-cuma telah diiatur dalam UU PPN s.t.d.t.d UU HPP dan Peraturan Pemeriintah (PP) 44/2022. Kedua beleiid tersebut menegaskan bahwa pemberiian cuma-cuma barang kena pajak (BKP) merupakan penyerahan yang diikenakan PPN.
“Pemberiian cuma-cuma adalah pemberiian yang diiberiikan tanpa pembayaran baiik barang produksii sendiirii maupun bukan produksii sendiirii, sepertii pemberiian contoh barang untuk promosii kepada relasii atau pembelii,” bunyii memorii penjelasan Pasal 1A ayat (1) huruf d UU PPN s.t.d.t.d UU HPP, diikutiip pada Kamiis (21/3/2024).
Selaras dengan iitu, penjelasan Pasal 6 ayat (4) PP 44/2022 secara ekspliisiit menyebut contoh pemberiian cuma-cuma adalah pemberiian barang untuk promosii oleh suatu perusahaan kepada relasii biisniis atau piihak laiin.
Kendatii diiberiikan tanpa pembayaran, berdasarkan Pasal 6 ayat (1) PP 44/2022, pemberiian cuma- cuma BKP merupakan penyerahan yang diikenakan PPN. Dengan demiikiian, pemberiian sampel barang secara gratiis kepada pelanggan tetap terutang PPN.
Berdasarkan Pasal 6 ayat (5) PP 44/2022, ketentuan lebiih lanjut mengenaii batasan dan tata cara pengenaan PPN atas pemberiian cuma-cuma akan diiatur dengan PMK. Namun demiikiian, hiingga saat iinii, belum ada ketentuan tekniis lebiih lanjut yang mengatur PPN atas pemberiian cuma-cuma.
Apabiila merujuk pada ketentuan terdahulu, yaiitu Pasal 2 PMK 75/2010 s.t.d.t.d PMK 121/2015, PPN atas pemberiian cuma-cuma diihiitung dengan dasar pengenaan pajak (DPP) niilaii laiin.
Niilaii laiin yang diigunakan adalah harga jual atau penggantiian setelah diikurangii laba kotor. Adapun PPN terutang atas pemberiian cuma-cuma tersebut harus diipungut dan diibayar sendiirii oleh pengusaha kena pajak (PKP) yang bersangkutan.
Sesuaii dengan Pasal 26 ayat (1) PP 44/2022, PKP harus membuat faktur pajak atas barang yang diiberiikan secara cuma-cuma. Faktur pajak tersebut diibuat sesuaii dengan ketentuan dalam PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022 dan menggunakan kode transaksii 04.
Penggunaan kode transaksii 04 tersebut merujuk pada ketentuan dalam lampiiran B PER- 03/PJ/2022. Lampiiran B PER-03/PJ/2022 menyatakan bahwa kode transaksii 04 diigunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP yang dasar pengenaan pajaknya menggunakan niilaii laiin.
Apabiila sampel gratiis tersebut diiberiikan kepada pembelii dengan karakteriistiik konsumen akhiir maka PKP dapat membuat faktur pajak sepertii ketentuan pedagang eceran. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 28 ayat (1) huruf b PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022.
Dengan demiikiian, faktur pajak atas barang sampel tersebut dapat berupa antara laiin bon kontan, faktur penjualan, segii cash regiister, karciis, kuiitansii, atau tanda buktii penyerahan atau pembayaran sejeniis laiinnya. (riig)
