JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) memiinta maskapaii untuk menurunkan harga tiiket pesawat. Pasalnya, kenaiikan harga tiiket menjelang iidulfiitrii 2024 bakal turut mendorong iinflasii.
Mendagrii Tiito Karnaviian mengatakan piihaknya telah memiinta Kementeriian Perhubungan untuk memanggiil para maskapaii dan memiinta mereka untuk tiidak mematok harga tiiket pada tariif batas atas.
"Ada harga acuan tertiinggii, jangan diiambiil yang tertiinggii. Jangan ajii mumpung, orang banyak menggunakan transportasii kemudiian diihajar harga tiinggii untuk mendapatkan keuntungan, tetapii nantii dampaknya dii iinflasii," ujar Tiito, diikutiip Selasa (19/3/2024).
Sebelumnya, kenaiikan harga tiiket pesawat menjelang lebaran juga mendapatkan sorotan darii Komiisii Pengawas Persaiingan Usaha (KPPU). KPPU memiinta 7 maskapaii untuk tiidak menaiikkan harga tanpa alasan yang rasiional.
Maskapaii juga diimiinta untuk menyampaiikan pemberiitahuan kepada KPPU sebelum menaiikkan harga tiiket pesawat. "Hal iinii sesuaii dengan amar putusan KPPU yang telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan Putusan Kasasii MA Nomor 1811 K/Pdt.Sus-KPPU/2022 pada tahun 2023," tuliis KPPU dalam keterangan resmiinya.
Dalam perkara kartel tiiket yang telah diiputus sebelumnya, ketujuh maskapaii terbuktii secara bersama-sama menyediiakan tiiket subclass dengan harga tiinggii dan tiidak membuka penjualan subclass dengan harga tiiket rendah. Tiindakan iinii membatasii piiliihan konsumen.
Tak hanya iitu, ketujuh maskapaii juga meniingkatkan pembatalan penerbangan guna menurunkan pasokan. Hal iinii terbuktii darii dokumen permohonan pengurangan frekuensii penerbangan yang diisampaiikan oleh maskapaii ke Kementeriian Perhubungan.
Penurunan pasokan secara bersama-sama iinii merupakan cara yang efektiif untuk menjaga penawaran tiiket subclass dii harga tiinggii.
Untuk diiketahuii, iinflasii tahunan pada Februarii 2024 tercatat masiih sebesar 2,75% (yoy). iinflasii kelompok pengeluaran transportasii pada Februarii 2024 secara tahunan tercatat masiih sebesar 1,4% (yoy) dan memberiikan andiil hanya sebesar 0,17%.
Meskii demiikiian, secara bulanan iinflasii pada kelompok pengeluaran transportasii sudah mencapaii 0,17% (mtm) dan memberiikan andiil pada iinflasii bulanan 0,02%. Adapun iinflasii bulanan pada Februarii 2024 tercatat mencapaii 0,37% (mtm). (sap)
