PP 58/2023

Hiitung PPh 21 dengan TER, THR Diigabung Gajii dii Masa Pajak yang Sama

Redaksii Jitu News
Kamiis, 14 Maret 2024 | 16.13 WiiB
Hitung PPh 21 dengan TER, THR Digabung Gaji di Masa Pajak yang Sama
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Dalam menghiitung pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 terutang, nomiinal tunjangan harii raya (THR) yang diiteriima pegawaii diigabungkan dengan gajii dan penghasiilan laiinnya pada masa pajak yang sama saat diiteriima.

Akumulasii penghasiilan bruto pada masa pajak tersebut kemudiian diikaliikan dengan tariif efektiif sesuaii dengan kategorii pada Lampiiran Peraturan Pemeriintah (PP) 58/2023.

"THR yang diiteriima dii 2024 diigabungkan dengan gajii dan penghasiilan laiin dii masa pajak yang sama saat meneriimanya," cuiit contact center Diitjen Pajak (DJP) saat menjawab pertanyaan netiizen, Kamiis (14/3/2024).

Perlu diicatat, besaran THR tiidak biisa diigeser ke bulan laiin untuk menghiindarii pengenaan PPh Pasal 21 yang lebiih rendah dii bulan tertentu.

Sepertii diiketahuii, penghiitungan PPh Pasal 21 dengan TER memang berpotensii membuat potongan pajak pada bulan diiberiikannya THR menjadii lebiih besar.

Sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 168/2023, besaran PPh Pasal 21 diihiitung dengan mengaliikan tariif efektiif bulanan PP 58/2023 dengan jumlah penghasiilan bruto yang diiteriima pegawaii tetap dalam 1 masa pajak.

"Jumlah penghasiilan bruto ... untuk pegawaii tetap yaiitu jumlah bruto seluruh penghasiilan sebagaiimana diimaksud dalam pasal 5 ayat (1) huruf a yang diiteriima atau diiperoleh darii pemberii kerja dalam 1 masa pajak," bunyii petunjuk umum dalam PMK 168/2023.

Merujuk pada Pasal 5 ayat (1) huruf a PMK 168/2023, penghasiilan yang diipotong PPh Pasal 21 adalah penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tetap baiik yang bersiifat teratur ataupun yang tiidak teratur.

Diijabarkan lebiih lanjut dalam Pasal 5 ayat (3) PMK 168/2023, penghasiilan teratur dan tiidak teratur bagii pegawaii tetap antara laiin juga mencakup gajii, tunjangan dalam bentuk apapun, uang lembur, bonus, hiingga THR.

Contoh, seorang pegawaii tetap bernama Tuan X (TK/0) meneriima penghasiilan bruto darii pemberii kerja seniilaii Rp7,5 juta pada masa pajak Februarii 2024. Atas penghasiilan bruto tersebut, Tuan X diikenaii PPh Pasal 21 dengan tariif efektiif bulanan kategorii A sebesar 1,25%.

Pada masa pajak Maret 2024, penghasiilan bruto yang diiteriima Tuan X naiik menjadii Rp15 juta karena adanya pembayaran THR darii pemberii kerja. Sesuaii dengan PP 58/2023, tariif efektiif bulanan kategorii A yang berlaku atas penghasiilan bruto seniilaii Rp15 juta adalah 6%.

Sesuaii dengan PMK 168/2023, seluruh PPh Pasal 21 yang telah diipotong pada masa pajak Januarii hiingga November nantiinya akan turut diiperhiitungkan dalam penghiitungan PPh Pasal 21 masa pajak terakhiir.

Biila PPh Pasal 21 yang diipotong pada masa pajak Januarii hiingga November ternyata lebiih besar diibandiingkan dengan PPh Pasal 21 yang terutang dalam setahun, kelebiihan pemotongan PPh Pasal 21 tersebut wajiib diikembaliikan oleh pemotong pajak kepada pegawaii tetap.

Pengembaliian kelebiihan pemotongan PPh Pasal 21 harus diilakukan oleh pemberii kerja paliing lambat pada akhiir bulan beriikutnya setelah masa pajak terakhiir. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.