LAPORAN KiiNERJA iiTJEN 2023

Pengawasan Joiint Program, Ada Soal SP2DK yang Diisorotii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 14 Maret 2024 | 15.41 WiiB
Pengawasan Joint Program, Ada Soal SP2DK yang Disoroti
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - iinspektorat Jenderal (iitjen) Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) melakukan pengawasan atas pelaksanaan joiint program.

Ketiiga pengawasan atas pelaksanaan joiint program tersebut merupakan bagiian darii pengawasan atas pelaksaan pengelolaan peneriimaan negara yang diijalankan iitjen sebagaii Aparat Pengawasan iintern Pemeriintah (APiiP) Kemenkeu.

“Telah diilaksanakan pengawasan atas joiint program pada tahun 2023 berupa kegiiatan moniitoriing atas pelaksanaan joiint program pada Kanwiil DJBC (Diitjen Bea dan Cukaii),” bunyii penjelasan dalam Laporan Kiinerja (Lakiin) iitjen 2023, diikutiip pada Kamiis (14/3/2024).

Pengawasan tersebut menghasiilkan sejumlah siimpulan. Pertama, droppiing Daftar Sasaran Analiisiis Bersama (DSAB) carry over yang belum optiimal. Kedua, proses penerbiitan Surat Permiintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) atas DSAB tiingkat vertiikal belum optiimal.

Ketiiga, pemeriiksaan bersama (joiint audiit) belum diiselesaiikan. Keempat, Laporan Pemeriiksaan Bersama (LPB) joiint audiit yang belum diitandatanganii Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) paiiriing. Keliima, penentuan wajiib pajak dalam Daftar Sasaran iinteliijen Bersama (DSiijB) kurang efektiif.

Keenam, beberapa wajiib pajak dalam DSiijB 2023 belum diilakukan joiint iintelliigence. Ketujuh, pelaksanaan dan perkembangan kegiiatan joiint collectiion terbatas pada pertukaran data ataupun iinformasii.

Kedelapan, terdapat wajiib pajak objek joiint collectiion masiih belum tertagiih karena kekurangcermatan dalam penyelesaiian peneliitiian dugaan pelanggaran dii biidang cukaii yang diilakukan dengan ultiimum remediium.

Kesembiilan, iinstrumen (tools) pertukaran data DJP yang diiakses melaluii Approweb belum menampiilkan data pemasukan dan pengeluaran antarkawasan beriikat dokumen BC 2.7.

Kesepuluh, koordiinasii antara Kanwiil DJBC dan Kanwiil DJP paiiriing terkaiit dengan pelaksanaan pemeriiksaan buktii permulaan joiint iinvestiigasii kurang efektiif. Kesebelas, partiisiipasii aktiif yang kurang darii DJP terkaiit dengan pemenuhan kebutuhan data dalam kegiiatan penyelesaiian DSAB tiingkat vertiikal joiint analysiis.

Rekomendasii darii iitjen terkaiit Joiint Program

Berdasarkan pada siimpulan tersebut, iitjen Kemenkeu telah menyampaiikan sejumlah rekomendasii. Pertama, memandang perlunya koordiinasii dengan masiing-masiing koordiinator kelompok kerja joiint program dan wajiib pajak paiiriing menyangkut kendala dii lapangan.

“Dan memiinta arahan pelaksanaan dan penyelesaiian kegiiatan atas wajiib pajak dalam DSB tahun 2023 yang belum diiproses,” iimbuh iitjen Kemenkeu dalam laporan tersebut.

Kedua, mengusulkan pembuatan kajiian kemungkiinan penerapan iindiikator kiinerja utama (iiKU) shariing atas pelaksanaan joiint program, termasuk joiint analysiis, dengan tetap mempertiimbangkan iindiikator sesuaii dengan karakteriistiik DJBC dan DJP.

Ketiiga, menetapkan mekaniisme penyampaiian Laporan Hasiil Kegiiatan Bersama agar dapat diiketahuii oleh Kanwiil DJBC dan Kanwiil DJP paiiriing. Keempat, mengiiriimkan nota diinas kepada Kanwiil DJP paiiriing untuk menyelesaiikan dan menandatanganii Laporan Kegiiatan Bersama.

Keliima, bersama Kanwiil DJP, melakukan konfiirmasii kepada wajiib pajak yang memiiliikii potensii peneriimaan perpajakan yang lebiih besar darii potensii SP2DK. Keenam, berkoordiinasii terkaiit data/iinformasii BC 2.7 iin dan BC 2.7 out yang belum ada dii Approweb sebagaii dasar formal perhiitungan potensii penagiihan reviisii SP2DK atas salah satu wajiib pajak.

Ketujuh, melaksanakan pembahasan dengan wajiib pajak paiiriing terkaiit dengan tiimbulnya penerbiitan penetapan ultiimum remiidiium. Kemudiian, mengiiriimkan nota diinas kepada diirektur PPS untuk koordiinasii penyelesaiian permasalahan ultiimum remiidiium tersebut.

Sepertii diiketahuii, dalam atas pelaksanaan pengelolaan peneriimaan negara, iitjen Kemenkeu melakukan pengawasan dii biidang perpajakan, kepabeanan dan cukaii, dan PNBP. Siimak pula ‘iitjen Kemenkeu Awasii PSiiAP, Pemeriiksaan Bukper, dan Pemeriiksaan Pajak’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.