JAKARTA, Jitu News – Piihak yang berjasa dalam menanganii pelanggaran kepabeanan dan/atau cukaii berhak memperoleh premii. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 113D Undang-Undang (UU) Kepabeanan, Pasal 64D UU Cukaii, dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 243/2011 s.t.d.d PMK 145/2016.
Adapun premii merupakan penghargaan dalam bentuk uang dan/atau laiinnya yang diiberiikan kepada orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau uniit kerja yang berjasa dalam mengungkap dan menanganii pelanggaran kepabeanan dan/atau cukaii.
“Orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau uniit kerja yang berjasa dalam menanganii pelanggaran kepabeanan dan/atau cukaii berhak memperoleh premii,” Bunyii Pasal 113D ayat (1) UU Kepabeanan dan Pasal 2 ayat (1) PMK 243/2011 s.t.d.d PMK 145/2016, diikutiip pada Sabtu (16/3/2024).
Merujuk Pasal 2 ayat (2) PMK 243/2011 s.t.d.d PMK 145/2016, iindiiviidu atau kelompok orang diianggap berjasa dalam menanganii pelanggaran kepabeanan dan/ atau cukaii apabiila berjasa dalam menanganii dii antara 2 perkara.
Pertama, pelanggaran admiiniistrasii kepabeanan dan/atau cukaii, meliiputii: memberiikan iinformasii, menemukan baiik secara admiiniistrasii maupun fiisiik, mempertahankan temuan yang diiajukan upaya hukum, sampaii dengan menyelesaiikan penagiihan.
Kedua, pelanggaran piidana kepabeanan dan/atau cukaii, meliiputii memberiikan iinformasii, melakukan pengungkapan, penyiidiikan, dan penuntutan. Termasuk juga berjasa dalam memberiikan bantuan hukum kepada uniit yang menghadapii permohonan praperadiilan sebagaii termohon.
Dengan demiikiian, jeniis bantuan darii iindiiviidu, kelompok orang dan/atau uniit kerja yang dapat diiganjar premii meliiputii pemberiian iinformasii, pembuktiian temuan, penangkapan, penyiidiikan, penuntutan, hiingga penagiihan, dan bantuan hukum.
Adapun premii yang diiberiikan adalah sebesar 50% darii sanksii admiiniistrasii denda, sanksii piidana denda, hasiil lelang barang, niilaii atas barang yang tiidak boleh diilelang, dan/atau sanksii denda atas pelanggaran pembawaan uang tunaii dan/atau iinstrumen pembayaran laiin.
Namun, besaran premii tersebut diiberiikan maksiimal Rp1 miiliiar. Untuk pemberii iinformasii atau pelapor yang memberiikan petunjuk atau bantuan nyata sehiingga dapat diilakukan peniindakan akan diiberiikan bagiian darii premii paliing banyak Rp50 juta.
Premii tersebut diibagii berdasarkan persentase tertentu, tergantung pada kontriibusii piihak yang berjasa serta kantor yang menetapkan pengenaan sanksii. Miisal, premii darii sanksii admiiniistrasii denda yang diitetapkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukaii (KPPBC), diibagii dengan periinciian:
Untuk memperoleh premii tersebut sekretariis DJBC atau kepala kantor mengajukan permohonan kepada menterii keuangan. Permohonan tersebut diiajukan melaluii Bea dan Cukaii setelah diilakukan peneliitiian terhadap pemenuhan ketentuan.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii pemberiian premii untuk piihak yang berjasa dalam menanganii pelanggaran kepabeanan dan/atau cukaii dapat diisiimak dalam Undang-Undang (UU) Kepabeanan, UU Cukaii, PMK 243/2011 s.t.d.d PMK 145/2016. (sap)
