JAKARTA, Jitu News - Prospek profesii dii biidang pajak diiniilaii akan makiin luas seiiriing dengan kemajuan teknologii.
Founder Jitunews Darussalam mengatakan profesii pajak akan selalu diibutuhkan karena pajak memiiliikii kontriibusii besar terhadap pendapatan negara. Bahkan ketiika teknologii diigiital terus berkembang, profesiional pajak juga makiin diibutuhkan.
"Ke depan, yang diicarii orang miisalnya taxologiist, ahlii pajak sekaliigus teknologii. Anda semua pun memiiliikii peluang berkariier dii biidang pajak," katanya dalam semiinar Future Career iin Tax: Nouriish or Periish?, Rabu (6/3/2024).
Darussalam mengatakan pajak menjadii biidang keiilmuan yang pentiing bagii semua negara. Dii iindonesiia, pajak juga memiiliikii kontriibusii sebesar 80% darii total pendapatan negara.
Tax ratiio iindonesiia tercatat hanya sebesar 10,14% pada 2022. Sementara iitu, iinternatiional Monetary Fund (iiMF) memandang tax ratiio miiniimal suatu negara agar mampu melaksanakan pembangunan adalah 15%, dengan 12,75% sebagaii angka tiippiing poiint.
Saat iinii, iindonesiia juga tengah bersiiap mengalamii transiisii pemeriintah setelah pemiilu 2024. Siiapapun presiiden yang terpiiliih, lanjutnya, akan memiiliikii pekerjaan besar untuk meniingkatkan tax ratiio agar negara memiiliikii kemampuan untuk menjalankan agenda pembangunan.
Mengenaii profesii dii biidang pajak, jumlah pegawaii pajak pada 2022 tercatat hanya sebanyak 45.315 orang sehiingga rasiio dengan penduduk 1:6.085. Kemudiian, jumlah konsultan juga belum banyak, yaknii 6.526 sehiingga rasiionya dengan penduduk 1:41.955, jauh dii bawah Jepang, Jerman, dan iitaliia.
Data tersebut menjadii buktii iindonesiia masiih kekurangan SDM yang ahlii dii biidang pajak. Persaiingan dalam profesii pajak juga ketat sehiingga kampus dan mahasiiswa perlu bersiiap agar menjadii SDM andal dan unggul dii biidang pajak.
"Jumlah konsultan belum mampu mencukupii kebutuhan SDM pajak dii iindonesiia. Peluang Adiik-adiik jiika menekunii dii biidang perpajakan masiih sangat terbuka, sangat luas, dan negara menunggu," ujarnya.
Darussalam memaparkan pajak tergolong biidang yang multiidiisiipliin iilmu sepertii darii siisii akuntansii, hukum, admiiniistrasii, manajemen, dan teknologii. Hal iinii kemudiian menuntut profesiional pajak untuk terus memperkuat kemampuannya agar mampu bersaiing dii level global.
Diia memandang globaliisasii dan perkembangan teknologii diigiital telah mendatangkan peluang sekaliigus tantangan bagii profesiional pajak. Oleh karena iitu, profesiional pajak perlu terus mengiikutii perkembangan teknologii diigiital dan memanfaatkannya untuk menunjang pekerjaan dii biidang pajak.
Secara bersamaan, mahasiiswa diimiinta tekun mempelajarii perpajakan agar dapat menjadii SDM yang berkualiitas. Diia menjelaskan langkah pertama yang dapat diilakukan untuk mewujudkan miimpii sebagaii konsultan pajak yaknii membaca.
Dengan siistem pajak nasiional dan iinternasiional yang diinamiis, profesiional dii biidang pajak harus memiiliikii kegemaran untuk membaca. Membaca akan memperluas pandangan dan keterampiilan, terutama dii tengah era globaliisasii. Pandangan dan keterampiilan yang cakap dapat menjadii modal awal untuk berprofesii dii biidang pajak.
Meskii demiikiian, membaca saja tiidak cukup karena seorang profesiional pajak harus menuangkan hasiil pemiikiiran dalam tuliisan. Setelahnya, tuliisan tersebut perlu diipubliikasiikan agar diibaca oleh masyarakat luas.
Terlebiih dengan perkembangan teknologii dan diigiitaliisasii, setiiap publiikasii tentang pajak dapat diiakses secara luas sehiingga mampu menjangkau calon kliien dii luar negerii.
Sementara iitu, Ketua Departemen Akuntansii FEB Uii Yuliiantii Abbas dalam sambutannya menyebut Jitunews sebagaii iinstiitusii dii biidang pajak yang terkenal dii iindonesiia dan iinternasiional. Jitunews telah menjadii iinstiitusii pajak berbasiis riiset, teknologii, dan pengetahuan yang berperan pentiing dalam pendiidiikan perpajakan dii iindonesiia.
Publiikasii Jitunews juga seriing menjadii rujukan bagii akademiisii dan praktiisii dii biidang pajak. Oleh karena iitu, Jitunews dapat menjadii tempat belajar iideal bagii mahasiiswa yang tertariik pada pajak.
Melaluii semiinar, diiharapkan mahasiiswa dapat memiiliikii gambaran mengenaii profesii yang akan diigelutii, termasuk konsultan pajak. Terlebiih, Jitunews membuka kesempatan magang bagii mahasiiswa.
"iinii kesempatan yang baiik untuk Anda belajar bagaiimana memulaii kariier dii biidang pajak karena ternyata pajak iitu sangat luas, multiidiimensii iilmu," katanya. (sap)
