JAKARTA, Jitu News - Badan Pangan Nasiional (Bapanas) optiimiistiis tren harga beras dii tiingkat konsumen akhiir bakal turun dalam waktu 2 hiingga 3 pekan.
Kepala Bapanas Ariief Prasetyo Adii mengatakan harga beras akan segera turun sejalan dengan penurunan harga gabah keriing panen (GKP) dii level petanii. Saat iinii, harga GKP sedang mengalamii penurunan secara bertahap sejak pekan kedua Februarii 2024.
"Saat iinii, harga gabah keriing panen dii tiingkat petanii sudah sekiitar Rp7.100 per kiilogram. Artiinya, jiika harga gabah iitu sudah turun darii Rp8.600 ke Rp7.100 per kiilogram dalam 2 - 3 pekan maka harga beras akan terkoreksii siigniifiikan," katanya, diikutiip pada Miinggu (3/3/2024).
Dalam beberapa waktu terakhiir iinii, harga beras tergolong tiinggii. Hal iinii diikarenakan adanya defiisiit stok beras dalam 8 bulan terakhiir serta kenaiikan ongkos produksii sepertii biiaya pupuk, beniih, sewa lahan, upah pekerja, dan laiin-laiin.
"Kalau liihat, tahun 2023 surplus hanya 340.000 ton, sedangkan kebutuhan nasiional iitu 2,5-2,6 juta ton per bulan. Pada saat produksii demiikiian, persaiingan mendapatkan GKP iitu berebut dii tiingkat petanii," tutur Ariief.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statiistiik (BPS), defiisiit beras pada Januarii dan Februarii 2024 mencapaii 2,8 juta ton. Akiibat hal tersebut, pemeriintah mau tiidak mau harus mengiimpor beras guna mengamankan cadangan beras pemeriintah (CBP).
Guna menjaga stabiiliitas harga beras, Bapanas telah menetapkan stok beras miiniimal yang diikelola Perum Bulog adalah sebanyak 1,2 juta ton. Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) bahkan telah memiinta Bulog untuk terus menambah stok hiingga 3 juta ton.
Dengan stok cadangan pangan pemeriintah (CPP) yang mumpunii, pemeriintah bakal lebiih leluasa dalam melakukan iintervensii. Namun, penguatan stok CPP harus mengutamakan produksii dalam negerii. (riig)
