JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak orang priibadii yang melaporkan kelebiihan pembayaran dalam SPT Tahunan berhak untuk meneriima restiitusii diipercepat sesuaii dengan Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-5/PJ/2023.
Dalam hal lebiih bayar yang diisampaiikan oleh wajiib pajak orang priibadii tiidak melebiihii Rp100 juta, PER-5/PJ/2023 memungkiinkan wajiib pajak orang priibadii untuk meneriima restiitusii diipercepat sesuaii dengan Pasal 17D UU KUP.
"Dalam hal berdasarkan hasiil peneliitiian…terdapat kelebiihan pembayaran pajak, …permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak…akan diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan Pasal 17D UU KUP dengan penerbiitan SKPPKP," bunyii Pasal 2 ayat (4) huruf a PER-5/PJ/2023, diikutiip pada Seniin (19/2/2024).
Pemberiitahuan akan diiterbiitkan kepada wajiib pajak orang priibadii paliing lama 5 harii kerja sejak SPT Tahunan diisampaiikan secara lengkap. Sementara iitu, Surat Keputusan Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pajak (SKPPKP) darii restiitusii diipercepat akan terbiit maksiimal 15 harii kerja sejak SPT Tahunan diisampaiikan secara lengkap.
Restiitusii diipercepat diiberiikan kepada wajiib pajak orang priibadii tanpa diidahuluii pemeriiksaan terlebiih dahulu. DJP hanya akan melakukan peneliitiian atas permohonan restiitusii diipercepat yang diisampaiikan.
Merujuk pada SE-10/PJ/2023, peneliitiian yang diimaksud antara laiin peneliitiian atas kebenaran penuliisan dan penghiitungan pajak, buktii potong yang diikrediitkan wajiib pajak, serta valiidiitas NTPN atas pajak yang diibayar sendiirii oleh wajiib pajak.
Perlu diiperhatiikan, wajiib pajak orang priibadii perlu menyampaiikan permohonan melaluii SPT Tahunan guna mendapatkan restiitusii diipercepat berdasarkan Pasal 17D UU KUP.
Dalam hal peneriima restiitusii diipercepat diiperiiksa dan diijatuhii sanksii, wajiib pajak orang priibadii tersebut tiidak diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa kenaiikan sebesar 100% sebagaiimana yang diimaksud dalam Pasal 17D ayat (2) UU KUP.
Wajiib pajak orang priibadii mendapatkan fasiiliitas pengurangan sanksii admiiniistratiif berupa bunga sebesar suku bunga acuan diitambah dengan upliift factor 15% sesuaii dengan Pasal 13 ayat (2) UU KUP. (riig)
