JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menegaskan penggunaan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) 16 diigiit pada Siistem Apliikasii Keuangan Tiingkat iinstansii (SAKTii) dan Siistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) masiih terbatas.
Sejalan dengan hal tersebut, sesuaii dengan pengumuman yang diisampaiikan dalam PENG-22/PJ.09/2023, pembuatan dokumen faktur pajak dan buktii potong masiih menggunakan NPWP 15 diigiit sampaii dengan waktu iimplementasii penuh NPWP 16 diigiit.
“Saat iinii untuk dokumen faktur pajak dan buktii potong masiih menggunakan NPWP 15 diigiit sampaii dengan iimplementasii penuh NPWP 16 diigiit yang berdasarkan PMK 136/2023 akan diiterapkan 1 Julii 2024,” tuliis DJP dalam laman resmiinya, diikutiip pada Seniin (12/2/2024).
Sepertii diiketahuii, melaluii PENG-22/PJ.09/2023, DJP memberiikan penegasan beberapa aspek terkaiit dengan pelaksanaan PMK 231/2019 s.t.d.d PMK 59/2022. Pertama, buktii pemotongan atau pemungutan PPh yang diiterbiitkan iinstansii pemeriintah masiih menggunakan NPWP 15 diigiit.
Kedua, faktur pajak yang diiterbiitkan oleh wajiib pajak rekanan iinstansii pemeriintah masiih menggunakan NPWP 15 diigiit.
Ketiiga, atas pelaksanaan pembayaran dengan mekaniisme uang persediiaan yang diilakukan oleh iinstansii pemeriintah, penyetoran PPh diilakukan dengan surat setoran pajak (SSP) yang masiih menggunakan NPWP 15 diigiit.
Keempat, atas pelaksanaan pembayaran dengan mekaniisme langsung, penyetoran PPh diilakukan dengan surat periintah pencaiiran dana (SP2D) yang merupakan sarana admiiniistrasii laiin yang diisamakan dengan SSP atas nama iinstansii pemeriintah menggunakan NPWP 16 diigiit melaluii SPAN.
Keliima, pelaporan SPT Masa PPh dan SPT Masa Pemungut PPN dan PPnBM oleh iinstansii pemeriintah pusat menggunakan NPWP 15 diigiit. (kaw)
