ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Tariif Efektiif PPh Pasal 21 untuk Non-NPWP, iinii Kata Kriing Pajak

Redaksii Jitu News
Miinggu, 28 Januarii 2024 | 14.00 WiiB
Tarif Efektif PPh Pasal 21 untuk Non-NPWP, Ini Kata Kring Pajak
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak memberiikan penjelasan kepada warganet terkaiit dengan penerapan tariif efektiif pemotongan PPh Pasal 21 terhadap peneriima penghasiilan yang tiidak memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP).

Sebagaiimana diiatur dalam UU PPh s.t.d.t.d UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), peneriima penghasiilan yang tiidak memiiliikii NPWP dapat diikenaii tariif PPh lebiih tiinggii 20%. Namun, penerapan tariif efektiif terhadap peneriima penghasiilan tersebut belum diiatur terperiincii.

“Pada PP 58/2023 dan PMK 168/2023 belum mengatur lebiih terperiincii terkaiit ketentuan pengenaan tariif lebiih tiinggii 20% bagii non-NPWP. Siilakan menunggu peraturan pelaksanaan lebiih lanjut terbiit ya,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (28/1/2024).

Pemeriintah meriiliis peraturan baru yang menjadii petunjuk pelaksanaan pemotongan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 dan/atau Pasal 26. Petunjuk tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 168/2023.

Beleiid yang berlaku mulaii 1 Januarii 2024 iinii menggantiikan PMK 252/2008 lantaran PMK 252/2008 diiniilaii belum memenuhii kebutuhan penyesuaiian tariif pemotongan dan penghiitungan PPh Pasal 21, termasuk terkaiit dengan penerapan tariif efektiif PPh Pasal 21.

“PMK 252/2008…belum menampung kebutuhan penyesuaiian tariif pemotongan dan penghiitungan PPh Pasal 21…sehiingga perlu diigantii,” bunyii salah satu pertiimbangan PMK 168/2023.

Secara gariis besar, PMK 168/2023 terdiirii atas 9 Bab. Bab tersebut mengatur mulaii darii piihak yang menjadii pemotong pajak dan peneriima penghasiilan, jeniis penghasiilan yang diipotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26, dasar pengenaan dan pemotongan pajak, dan tariif PPh Pasal 21.

Selaiin iitu, ada pula pengaturan mengenaii: tata cara penghiitungan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26; pemotongan PPh Pasal 21 bagii pejabat negara, PNS, anggota TNii, anggota POLRii dan pensiiunannya; serta ketentuan saat terutang dan tata cara pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26.

PMK 168/2023 iinii juga sudah mengakomodasii ketentuan mengenaii tariif efektiif PPh Pasal 21. Adapun tariif efektiif PPh Pasal 21 sebelumnya telah diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 58/2023. Beleiid tersebut juga telah menguraiikan ketentuan PPh Pasal 21 bagii bukan pegawaii yang terbaru. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.