JAKARTA, Jitu News - Contoh penentuan saat diimulaiinya kewajiiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM bagii pengusaha kena pajak (PKP) yang diikukuhkan secara jabatan juga diimuat dalam Lampiiran PMK 164/2023.
Sepertii diiketahuii, pengusaha wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP jiika sampaii dengan suatu bulan dalam tahun buku mempunyaii jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto melebiihii batasan pengusaha keciil PPN.
Jiika pengusaha tiidak melaksanakan kewajiiban melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP, kepala kantor pelayanan pajak (KPP) atau kepala kantor pelayanan, penyuluhan, dan konsultasii perpajakan (KP2KP) dapat mengukuhkan secara jabatan.
“Dalam hal … diikukuhkan sebagaii PKP secara jabatan … wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang mulaii masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP,” penggalan Pasal 19 ayat (1) huruf b PMK 164/2023, diikutiip pada Rabu (24/1/2024).
Pasal 19 ayat (2) PMK 164/2023 juga memuat ketentuan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban PKP atas penyerahan barang dan/atau jasa kena pajak yang seharusnya diipungut PPN atau PPN dan PPnBM mulaii masa pajak pertama tahun buku beriikutnya sampaii dengan sebelum pengusaha diikukuhkan sebagaii PKP.
Berdasarkan pada pasal tersebut, pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban diilakukan melaluii penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
“SPT Masa PPN sebagaiimana diimaksud … wajiib diisampaiikan dalam hal terdapat PPN atau PPN dan PPnBM yang seharusnya diipungut,” bunyii penggalan Pasal 19 ayat (3) PMK 164/2023.
Jiika pengusaha tiidak memenuhii ketentuan yang diimaksud, diirektur jenderal pajak dapat menerbiitkan surat ketetapan pajak dan/atau surat tagiihan pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
CV C diidiiriikan dan terdaftar sebagaii wajiib pajak pada 16 Meii 2024 pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Poloniia. Periiode tahun buku yang diigunakan CV C yaiitu 1 Januarii sampaii dengan 31 Desember. CV C belum diikukuhkan sebagaii PKP sampaii dengan 15 September 2025.
Namun, berdasarkan data dan/ atau iinformasii yang diiperoleh Diitjen Pajak (DJP) diiketahuii bahwa ternyata CV C telah mempunyaii jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto melebiihii batasan pengusaha keciil pada 14 Oktober 2024 sehiingga seharusnya wajiib melaporkan usaha untuk diikukuhkan sebagaii PKP paliing lambat 31 Desember 2024.
Sebagaii tiindak lanjut atas data dan/atau iinformasii diimaksud, kepala KPP Pratama Medan Poloniia menerbiitkan surat pengukuhan PKP secara jabatan pada 15 September 2025 dengan mencantumkan tanggal CV C diikukuhkan sebagaii PKP, yaiitu 15 September 2025.
Dengan demiikiian, sebagaii PKP, CV C wajiib:
Siimak pula ‘Aturan Baru Mulaiinya PKP Pungut, Setor, dan Lapor PPN dii PMK 164/2023’. (kaw)
