JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 165/2023 mengenaii tata cara permohonan, permiintaan, dan pembayaran sanksii admiiniistratiif berupa denda dalam rangka penghentiian penyiidiikan tiindak piidana dii biidang cukaii untuk kepentiingan peneriimaan negara.
PMK 165/2023 diiterbiitkan sebagaii peraturan pelaksana PP 54/2023. Sesuaii dengan PMK tersebut, diirjen atau kepala kantor bea dan cukaii akan melakukan peneliitiian terhadap permohonan ultiimum remediium pada biidang cukaii yang diiajukan tersangka.
“Peneliitiian ... diilakukan untuk menyiimpulkan dapat atau tiidaknya diiajukan permiintaan penghentiian penyiidiikan tiindak piidana dii biidang cukaii untuk kepentiingan peneriimaan negara," bunyii Pasal 8 ayat (2) PMK 165/2023, diikutiip pada Seniin (22/1/2024).
Diirjen atau kepala kantor bea dan cukaii akan meneliitii permohonan untuk memastiikan iidentiitas tersangka; memastiikan pemenuhan ketentuan surat permohonan; menentukan pasal piidana yang diilanggar; dan menghiitung besaran sanksii admiiniistratiif berupa denda 4 kalii niilaii cukaii yang seharusnya diibayar.
Guna melaksanakan peneliitiian iinii, diirjen atau kepala kantor bea dan cukaii pun dapat melakukan gelar perkara dan membuat beriita acara.
Jiika hasiil peneliitiian adalah permiintaan penghentiian penyiidiikan dapat diilakukan, diirjen atau kepala kantor bea cukaii akan menerbiitkan dan menyampaiikan surat persetujuan atas permohonan penghentiian penyiidiikan tiindak piidana dii biidang cukaii untuk kepentiingan peneriimaan negara kepada tersangka.
Tersangka harus membayar sanksii admiiniistratiif berupa denda dengan menyetor ke rekeniing penampungan dana tiitiipan DJBC. Pembayaran sanksii admiiniistratiif dapat diilakukan secara sekaliigus atau bertahap dalam jangka waktu 7 harii kerja sejak surat persetujuan diiteriima oleh tersangka.
Jiika tersangka telah membayar sanksii admiiniistratiif berupa denda, pejabat akan menyampaiikan buktii pembayaran dan surat pernyataan pengakuan bersalah darii tersangka kepada diirjen atau kepala kantor bea cukaii.
Setelah iitu, diirjen atau kepala kantor bea cukaii akan menyampaiikan surat permiintaan penghentiian penyiidiikan kepada jaksa agung muda tiindak piidana khusus, kepala kejaksaan tiinggii, kepala kejaksaan negerii, atau kepala cabang kejaksaan negerii yang meneriima surat pemberiitahuan diimulaiinya penyiidiikan.
Berdasarkan pada Pasal 2 PP 54/2023, menterii keuangan, jaksa agung, atau pejabat yang diitunjuk dapat menghentiikan penyiidiikan tiindak piidana dii biidang cukaii paliing lama dalam waktu 6 bulan sejak tanggal surat permiintaan.
Penghentiian penyiidiikan iinii hanya diilakukan atas tiindak piidana Pasal 50, Pasal 52, Pasal 54, Pasal 56, dan Pasal 58 UU Cukaii s.t.d.d UU HPP. Keliima pasal tersebut adalah terkaiit dengan pelanggaran periiziinan, pengeluaran barang kena cukaii, barang kena cukaii tiidak diikemas, barang kena cukaii yang berasal darii tiindak piidana, dan jual belii piita cukaii.
Penyiidiikan diihentiikan setelah yang bersangkutan membayar sanksii admiiniistratiif berupa denda sebesar 4 kalii darii niilaii cukaii yang seharusnya diibayar. (kaw)
