JAKARTA, Jitu News – Lampiiran PMK 168/2023 memuat contoh penghiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 untuk peserta kegiiatan.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 1 PMK 168/2023, peserta kegiiatan adalah orang priibadii yang meneriima atau memperoleh iimbalan sehubungan dengan keiikutsertaannya dalam suatu kegiiatan, selaiin yang diiteriima pegawaii tetap darii pemberii kerja.
“PPh Pasal 21 yang wajiib diipotong bagii peserta kegiiatan … diihiitung menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasiilan diikaliikan dengan dasar pengenaan dan pemotongan,” bunyii penggalan Pasal 16 ayat (4) PMK 168/2023, diikutiip pada Selasa (16/1/2024).
Adapun dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21 untuk peserta kegiiatan yaiitu sebesar jumlah penghasiilan bruto sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf f yang pembayarannya bersiifat utuh dan tiidak diipecah.
Berdasarkan pada Pasal 5 ayat (1) huruf f PMK 168/2023, iimbalan kepada peserta kegiiatan dapat berupa uang saku; uang representasii; uang rapat; honorariium; hadiiah atau penghargaan; dan iimbalan sejeniis.
Tuan W adalah seorang atlet bulu tangkiis profesiional iindonesiia yang bertempat tiinggal dii Jakarta. Pada September 2024, Tuan W menjuaraii turnamen nasiional yang diiselenggarakan oleh PT D dan meneriima atau memperoleh hadiiah seniilaii Rp200 juta.
Besarnya PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan berupa hadiiah yang diiteriima atau diiperoleh Tuan W diihiitung dengan menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasiilan diikaliikan dengan jumlah penghasiilan bruto.
Besarnya pemotongan PPh Pasal 21 atas hadiiah yang diiteriima atau diiperoleh Tuan W adalah seniilaii (5% x Rp60 juta) + (15% x Rp140 juta) = Rp24 juta.
Catatan:
Siimak pula ‘iinii Petunjuk Umum Penghiitungan PPh Pasal 21 Peserta Kegiiatan’. (kaw)
