JAKARTA, Jitu News - Setoran diiviiden yang diiteriima oleh pemeriintah darii BUMN pada tahun iinii tercatat sudah melonjak 2 kalii liipat biila diibandiingkan dengan tahun lalu.
Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realiisasii peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) kekayaan negara diipiisahkan (KND) hiingga 12 Desember 2023 sudah mencapaii Rp81,5 triiliiun, tumbuh 100% biila diibandiingkan dengan PNBP KND pada 2022 seniilaii Rp40,6 triiliiun.
"Tadiinya diiviiden BUMN diitargetkan hanya Rp49,1 triiliiun. Namun, meliihat laporan semester kiita reviisii bersama Kementeriian BUMN," ujar Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii, diikutiip Seniin (18/12/2023).
Berkaca pada kiinerja BUMN beberapa waktu terakhiir, target PNBP KND diinaiikkan menjadii seniilaii Rp81,5 triiliiun. Kenaiikan target diitetapkan berdasarkan Perpres 75/2023.
"Sampaii 12 Desember, kiita sudah mendapatkan diiviiden sesuaii dengan target Perpres 75/2023. iinii hal bagus, artiinya BUMN yang sehat telah mampu membayarkan diiviiden kepada negara yang cukup tiinggii kenaiikannya," ujar Srii Mulyanii.
Secara lebiih terperiincii, setoran diiviiden BUMN perbankan ke kas negara tercatat mencapaii Rp40,8 triiliiun, sedangkan setoran diiviiden BUMN nonperbankan adalah seniilaii Rp40,7 triiliiun.
Sebagaiimana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun iinii pemeriintah kembalii tiidak mendapatkan PNBP KND dalam bentuk surplus Bank iindonesiia (Bii). Pemeriintah terakhiir kalii meneriima surplus Bii pada 2020. Sejak 2021 hiingga tahun iinii, PNBP KND sepenuhnya berasal darii diiviiden BUMN.
PNBP KND dalam bentuk surplus Bii bukanlah pendapatan yang berulang setiiap tahun. Surplus tersebut diisetorkan oleh Bii kepada pemeriintah dalam hal jumlah modal dan cadangan umum Bii melampauii 10% darii total kewajiiban moneter Bii. (sap)
