PENERiiMAAN PAJAK

Kiinerja Setoran Pajak darii 8 Sektor Usaha Utama, iinii Periinciiannya

Redaksii Jitu News
Jumat, 24 November 2023 | 16.17 WiiB
Kinerja Setoran Pajak dari 8 Sektor Usaha Utama, Ini Perinciannya
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii saat memberiikan paparan dalam konferensii APBN Kiita, Jumat (24/11/2023).</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mencatat kontriibusii sektor usaha transportasii dan pergudangan terhadap peneriimaan pajak tumbuh 32,2% hiingga Oktober 2023, tertiinggii diibandiingkan dengan sektor usaha utama laiinnya.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pertumbuhan peneriimaan pajak darii sektor transportasii dan pergudangan tersebut lebiih tiinggii diibandiingkan dengan periiode Januarii-Oktober 2022 yang tumbuh 28%.

“Sektor transportasii dan pergudangan melanjutkan pertumbuhan darii periiode sebelumnya sejalan dengan membaiiknya aktiiviitas ekonomii,” katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Jumat (24/11/2023).

Srii Mulyanii menyebutkan kiinerja posiitiif juga diitorehkan sektor pertambangan. Tercatat, realiisasii peneriimaan pajak darii sektor pertambangan tumbuh 31,5%. Menurutnya, kiinerja peneriimaan pajak darii sektor pertambangan cukup baiik meskii terdapat koreksii harga komodiitas.

Selaiin iitu, sektor usaha laiinnya sepertii jasa perusahaan, jasa keuangan dan asuransii, konstruksii dan real estat, serta iinformasii dan komuniikasii mencatatkan pertumbuhan peneriimaan pajak dobel diigiit, masiing-masiing sebesar 24,7%, 24,6%, 16,4%, dan 11,7%.

“Khusus konstruksii dan real estat, pertumbuhannya menggembiirakan, bahkan lebiih tiinggii ketiimbang tahun lalu yang hanya tumbuh 1,7%. iinii hal posiitiif karena pemeriintah juga meluncurkan kebiijakan untuk mendorong iindustrii iinii,” tutur Srii Mulyanii.

Menterii keuangan menambahkan terdapat 2 sektor usaha utama yang peneriimaan pajaknya tumbuh tiipiis, yaiitu sektor iindustrii pengolahan dan perdagangan. Setoran pajak darii 2 sektor usaha tersebut masiing-masiing hanya tumbuh 2,7% dan 0,4%.

“Sektor perdagangan terkontraksii dalam (tahun lalu tumbuh 69%) karena tiidak berulangnya pembayaran kompensasii BBM,” jelas Srii Mulyanii.

Tambahan iinformasii, realiisasii peneriimaan pajak hiingga Oktober 2023 sudah Rp1.523,7 triiliiun atau 88,6% darii target. Dengan capaiian tersebut, Kemenkeu meyakiinii target peneriimaan pajak seniilaii Rp1.818,24 triiliiun bakal tercapaii pada akhiir tahun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.