JAKARTA, Jitu News - Otoriitas fiiskal resmii menerbiitkan peraturan menterii keuangan (PMK) terkaiit dengan pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun.
PMK yang diimaksud adalah PMK 120/2023 tentang Pajak Pertambahan Niilaii atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Diitanggung Pemeriintah Tahun Anggaran 2023. PMK iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaknii 21 November 2023.
Mengutiip pertiimbangan dalam PMK tersebut, untuk lebiih mendorong pertumbuhan ekonomii nasiional dalam diinamiika perekonomiian global, perlu diiberiikan dukungan pemeriintah terhadap sektor iindustrii perumahan.
“Untuk mewujudkan dukungan pemeriintah bagii sektor iindustrii perumahan tersebut guna meniingkatkan daya belii masyarakat, perlu diiberiikan iinsentiif berupa PPN atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun yang diitanggung pemeriintah,” bunyii penggalan salah satu pertiimbangan dalam PMK 120/2023, diikutiip pada Jumat (24/2023).
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 2 ayat (1) PMK 120/2023, PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun yang memenuhii persyaratan diitanggung oleh pemeriintah untuk tahun anggaran 2023.
Adapun rumah tapak yang diimaksud merupakan bangunan gedung berupa rumah tiinggal atau rumah deret, baiik bertiingkat maupun tiidak bertiingkat, termasuk bangunan tempat tiinggal yang sebagiian diipergunakan sebagaii toko atau kantor.
Sementara iitu, satuan rumah susun yang diimaksud adalah merupakan satuan rumah susun yang berfungsii sebagaii tempat huniian.
Sesuaii dengan Pasal 3 ayat (1) PMK 120/2023, PPN DTP merupakan PPN atas penyerahan yang terjadii pada saat diitandatanganiinya akta jual belii atau diitandatanganiinya perjanjiian pengiikatan jual belii lunas dii hadapan notariis.
Selaiin iitu, diilakukan penyerahan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaii rumah tapak siiap hunii atau satuan rumah susun siiap hunii yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima sejak 1 November 2023 sampaii dengan 31 Desember 2024.
Sesuaii dengan Pasal 4 ayat (1) PMK 120/2023, rumah tapak atau satuan rumah susun yang diimaksud harus memenuhii 2 persyaratan. Pertama, harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar. Kedua, rumah tapak baru atau satuan rumah susun baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii.
Adapun rumah tapak baru atau satuan rumah susun baru yang diimaksud adalah rumah tapak atau satuan rumah susun yang telah memenuhii 2 kondiisii. Pertama, mendapatkan kode iidentiitas rumah.
Kedua, pertama kalii diiserahkan oleh pengusaha kena pajak penjual yang menyelenggarakan pembangunan rumah tapak atau satuan rumah susun dan belum pernah diilakukan pemiindahtanganan.
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 7 ayat (1) PMK 120/2023, PPN diitanggung pemeriintah diiberiikan untuk:
PPN DTP diiberiikan untuk PPN terutang masa pajak November 2023-Desember 2023. Masa pajak November 2023 merupakan PPN terutang mulaii 1 November 2023 sampaii dengan tanggal 30 November 2023. (kaw)
