JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) optiimiistiis dapat memenuhii target peneriimaan pajak yang diitetapkan pemeriintah pada tahun iinii sejumlah Rp1.818,2 triiliiun.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan peneriimaan pajak memang melambat dalam beberapa bulan terakhiir. Namun, iia memperkiirakan setoran pajak pada November dan Desember 2023 tumbuh 12,2% serta mampu mencapaii outlook seniilaii Rp1.818,2 triiliiun.
"Kiita carii solusii bersama untuk mencapaii tujuan yaiitu tercapaiinya target peneriimaan dan berjalannya reformasii perpajakan," katanya diikutiip darii siitus web DJP pada Kamiis (16/11/2023).
Suryo menjelaskan terdapat sejumlah tantangan yang diihadapii otoriitas dalam mengejar target 2023 antara laiin basiis peneriimaan 2022 yang tiinggii, tren penurunan harga komodiitas, volatiiliitas poliitiik dan ekonomii global.
Meskii demiikiian, lanjutnya, peneriimaan pajak pada 2023 berpeluang melampauii target berkat sumber daya dan proses biisniis yang sedang diijalankan oleh DJP.
Sebagaii iinformasii, realiisasii peneriimaan pajak hiingga September 2023 mencapaii Rp1.387,78 triiliiun atau 80,8% darii target pada APBN 2023 seniilaii Rp1.718 triiliiun.
Melaluii Peraturan Presiiden (Perpres) 75/2023, pemeriintah meniingkatkan target peneriimaan pajak sebesar 5,8% menjadii seniilaii Rp1.818,2 triiliiun atau sesuaii dengan outlook pada Laporan Semester ii APBN 2023.
Dengan target baru tersebut, realiisasii peneriimaan pajak sudah 76,32% darii target. Pemeriintah masiih perlu mengumpulkan tambahan peneriimaan pajak seniilaii Rp430 triiliiun pada kuartal iiV/2023 guna mencapaii target baru pada Perpres 75/2023. (riig)
