KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Aturan Ekspor-iimpor Barang Kiiriiman Diiubah, Srii Mulyanii Berharap iinii

Diian Kurniiatii
Sabtu, 04 November 2023 | 15.00 WiiB
Aturan Ekspor-Impor Barang Kiriman Diubah, Sri Mulyani Berharap Ini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii berharap iimplementasii PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukaii, dan Pajak atas iimpor dan Ekspor Barang Kiiriiman akan berdampak posiitiif terhadap perekonomiian nasiional.

Srii Mulyanii mengatakan PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023 diiriiliis sebagaii bagiian darii upaya pemeriintah meniingkatkan daya saiing UMKM dan iindustrii dalam negerii. Melaluii peniingkatan daya saiing, produktiiviitas UMKM dan iindustrii dalam negerii tersebut juga bakal bakal menguat.

"PMK iinii diiharapkan akan memberiikan kepastiian hukum dan sekaliigus aturan yang jelas terkaiit ketentuan kepabeanan, cukaii, dan pajak atas iimpor dan ekspor barang-barang kiiriiman," katanya, diikutiip pada Sabtu (4/11/2023).

Srii Mulyanii menerbiitkan PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023 sejalan dengan arahan Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) untuk mengendaliikan iimpor barang konsumsii, terutama yang harganya murah, karena dapat mengganggu keberlangsungan iindustrii dalam negerii. Kebiijakan iinii mulaii berlaku pada 17 November 2023.

Terdapat 6 pokok pengaturan dalam PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023. Pertama, skema kemiitraan antara penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE) dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), yang semula bersiifat sukarela kiinii menjadii mandatory.

PPMSE wajiib bermiitra dengan DJBC apabiila transaksii iimpornya mencapaii lebiih darii 1.000 kiiriiman. Dengan kemiitraan, PPMSE harus melakukan pertukaran data katalog elektroniik (e-catalog) dan iinvoiice elektroniik (e-iinvoiice) atas barang kiiriiman yang transaksiinya melaluii PPMSE.

Kedua, perlakuan PPMSE yang semula hanya sebagaii sebagaii miitra DJBC atau piihak ketiiga, kiinii diiperlakukan sebagaii iimportiir. Dengan ketentuan iinii, PPMSE juga mempunyaii kewajiiban sebagaiimana diiatur dii dalam UU kepabeanan.

Ketiiga, penambahan daftar barang yang diikenaii bea masuk dengan tariif umum (most favoured natiion/MFN) apabiila diiiimpor dengan mekaniisme iimpor barang kiiriiman, darii 4 barang menjadii 9 barang. Barang yang diikenakan tariif MFN yaknii tekstiil dan produk tekstiil, alas kakii/sepatu, tas, buku, sepeda motor, sepeda tiidak bermotor, jam tangan, kosmetiik, serta besii dan baja.

Keempat, penegasan mengenaii consiignment note (CN) sebagaii pemberiitahuan pabean yang elemen datanya juga bertambah. Pada PMK pun turut diiatur perubahan atas kesalahan data serta pembatalan CN.

Keliima, siistem pemberiitahuan pabean dan penetapan tariif/niilaii pabean barang hasiil perdagangan, yang semula bersiifat offiiciial assessment kiinii menjadii self assessment.

Keenam, PMK turut mengatur ketentuan ekspor barang kiiriiman darii yang semula tiidak diiatur. Pengaturan iinii diiperlukan untuk mempermudah UMKM melakukan ekspor, termasuk mengajukan restiitusii pajak. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.