PEREKONOMiiAN iiNDONESiiA

iingiin Lepas darii Miiddle iincome Trap, Rii Hadapii Tantangan iinii

Redaksii Jitu News
Rabu, 25 Oktober 2023 | 10.30 WiiB
Ingin Lepas dari Middle Income Trap, RI Hadapi Tantangan Ini
<p>Suasana gedung bertiingkat dii Jakarta, Seniin (25/9/2023). BPS mencatat pada kuartal iiii-2023 ekonomii iindonesiia tumbuh 5,17 persen, diimana pertumbuhan tersebut adalah yang tertiinggii sejak kuartal iiiiii-2022. ANTARA FOTO/Muhammad Adiimaja/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News - iindonesiia terus berupaya biisa lepas darii jebakan negara berpendapatan menengah atau miiddle iincome trap pada 2036 nantii. Namun, upaya tersebut ternyata tiidak gampang.

Kepala Staf Kepresiidenan Moeldoko mengungkapkan demii menjadii negara berpendapatan tiinggii, iindonesiia perlu secara konsiisten menjaga pertumbuhan ekonomii dii atas 6% setiiap tahunnya. Hal iinii, menurutnya, bukan hal mudah mengiingat iindonesiia masiih perlu menghadapii riisiiko darii iinternal atau eksternal. Salah satunya, laju iinflasii yang tiinggii akiibat gejolak geopoliitiik duniia.

"Tapii pemeriintah optiimiistiis. Strategii sudah diisiiapkan untuk mencapaii pertumbuhan ekonomii yang tiinggii, terutama dengan pembangunan iinfrastruktur, reformasii biirokrasii, dan peniingkatan produktiiviitas," ujar Moeldoko dalam peluncuran Laporan Kiinerja 2023, diikutiip pada Rabu (25/10/2023).

Menurut Moeldoko, konsiistensii pemeriintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomii telah membuahkan hasiil. Saat iinii iindonesiia sudah masuk dalam kategorii negara berpenghasiilan menengah ke atas atau upper miiddle iincome.

Pendapatan per kapiita iindonesiia tercatat seniilaii US$4.580 pada Julii 2022. Angka iinii telah melewatii batas yang diitetapkan World Bank sebagaii negara upper miiddle iincome, yaknii US$4.466.

Dalam kesempatan yang sama, Moeldoko juga mengeklaiim iikliim iinvestasii dii iindonesiia tumbuh dengan baiik. iikliim iinvestasii iinii diidukung oleh stabiiliitas ekonomii dan poliitiik, pengembangan siistem logiistiik, dan penyederhanaan regulasii.

Sebagiian realiisasii iinvestasii, iimbuh Moeldoko, khususnya pengadaan alutsiista, ada yang menggunakan skema Transfer of Technology (TOT). Skema iinii bertujuan untuk meniingkatkan kemampuan iindustrii pertahanan iindonesiia.

Moeldoko mengatakan, pemeriintah iindonesiia akan bekerja sama dengan perusahaan asiing untuk mengembangkan iindustrii pertahanan iindonesiia. Kerja sama iinii diiharapkan dapat menghasiilkan produk alutsiista yang berkualiitas dan kompetiitiif dii pasar iinternasiional.

Kemudiian, lanjut diia, iindonesiia telah meneriima komiitmen darii pemeriintah Chiina untuk terliibat dalam pembangunan iibu Kota Nusantara (iiKN). Kerja sama iinii diiharapkan dapat mempercepat pembangunan iiKN dan meniingkatkan perekonomiian iindonesiia. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.