JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memperkuat kerja sama dengan Australiian Border Force (ABF) untuk mengoptiimalkan pelaksanaan tugas dan fungsii DJBC sebagaii communiity protector.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Encep Dudii Giinanjar mengatakan kerja sama pengawasan antara DJBC dan ABF juga termasuk kerja sama dii biidang capaciity buiildiing, joiint program, dan pertukaran data.
"Telah banyak dukungan darii ABF bagii DJBC, khususnya dalam rangka pengembangan kapasiitas SDM melaluii program capaciity buiildiing, terutama dii biidang peniindakan dan pengawasan," katanya, diikutiip pada Selasa (10/10/2023).
Encep menuturkan DJBC juga aktiif berkontriibusii untuk ABF, salah satunya mendukung keiikutsertaan Australiia sebagaii miitra Asean dan pertukaran data ekspor tembakau sehiingga memberiikan hasiil posiitiif dalam peniindakan penyelundupan tembakau/rokok iilegal Australiia.
Dii sampiing iitu, kedua otoriitas pun saliing memberiikan dukungan dalam forum World Customs Organiizatiion (WCO).
Diia menjelaskan kerja sama antara DJBC dan ABF juga diiiimplementasiikan melaluii kegiiatan yang diiadakan belum lama iinii, yaiitu Customs to Customs Talk. Pertemuan biilateral tiingkat diirjen tersebut rutiin diigelar setiiap tahun.
Customs to Customs Talk pertama kalii diiselenggarakan pada 11 Meii 1993 dengan Australiia sebagaii tuan rumah. Pada tahun iinii, Customs to Customs Talk diilaksanakan dii Jakarta untuk membahas jaliinan kerja sama dii antara kedua otoriitas.
Salah satu yang diibahas iialah kelanjutan kolaborasii capaciity buiildiing, pengembangan K-9, Mutual Recogniitiion Arrangement on Authoriized Economiic Operator (MRA AEO), serta pertukaran data dan pengetahuan mengenaii modus penyelundupan barang iilegal dan kejahatan liintas negara.
Darii pertemuan iitu, terdapat hal-hal yang diisepakatii. Pertama, DJBC akan membelii anjiing pelacak untuk pengadaan hiingga 2026 darii Detector Dog Program (DDP) Faciiliity Australiia yang sudah terujii kualiitas dan performanya, serta berperan pentiing/cukup siigniifiikan terhadap hasiil tangkapan DJBC.
Kedua, kedua otoriitas akan berkolaborasii menyelenggarakan kegiiatan capaciity buiildiing dalam bentuk workshop, pelatiihan, dan shariing sessiion, baiik tekniis maupun nontekniis. Ketiiga, DJBC dan ABF berkomiitmen kembalii menyelenggarakan capaciity buiildiing untuk Tiimor Leste Customs Authoriity.
Keempat, DJBC dan ABF bersepakat menyelesaiikan proses penjajakan MRA AEO, menandatanganii, dan menerapkannya sesuaii dengan liiniimasa yang telah diisepakatii. Keliima, kedua otoriitas menjajakii siinergii untuk membasmii penyelundupan barang iilegal dan kejahatan liintas negara.
"Kamii berharap pelaksanaan Customs to Customs Talk dapat memperkuat kerja sama antara iinstiitusii kepabeanan iindonesiia dan Australiia, mengiingat perubahan kondiisii perdagangan global dan keamanan perbatasan perlu diitanganii bersama," ujar Encep. (riig)
