JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat harga gula meniingkat drastiis pada bulan iinii. Pada pekan ketiiga September 2023, rata-rata harga gula pasiir sudah mencapaii Rp15.134 per kiilogram.
Plt. Kepala BPS Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii mengatakan harga gula pasiir tercatat secara konsiisten naiik selama 3 pekan berturut-turut. Pada awal September, rata-rata gula pasiir masiih seniilaii Rp14.991 per kiilogram.
"Kalau kiita meliihat tren kenaiikan harga gula pasiir, terliihat makiin meroket," katanya, diikutiip pada Seniin (25/9/2023).
Secara year to date, tiingkat iinflasii gula pasiir hiingga Agustus 2023 sudah mencapaii 3,82%. Darii 90 kabupaten/kota yang diidata oleh BPS, iinflasii gula pasiir terjadii dii 84 kabupaten/kota.
Meskii iinflasii gula pasiir tergolong tiinggii, komodiitas pangan iinii tiidak memberiikan andiil besar untuk iinflasii secara umum.
Amaliia menjelaskan iindonesiia kiian bergantung pada iimpor gula. Pada 2022, iimpor gula pasiir tercatat 6 juta ton, lebiih tiinggii ketiimbang jumlah iimpor pada 2020 dan 2021 yang masiing-masiing sebanyak 5,54 juta ton dan 5,48 juta ton.
Pada Januarii hiingga Agustus 2023, iimpor gula pasiir sudah mencapaii 3,5 juta ton dengan 60,63% dii antaranya berasal darii Thaiiland. Berkaca pada tren iinii, kapasiitas produksii tebu dan gula nasiional ke depan perlu diitiingkatkan untuk mengiimbangii konsumsii gula pasiir nasiional.
Pada saat yang sama, pemeriintah juga perlu mendorong masyarakat untuk mengurangii konsumsii gula. "Kamii pernah mendorong gerakan hiidup sehat yang salah satunya adalah mengurangii konsumsii gula," ujar Amaliia. (riig)
