JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat kiinerja APBN masiih mengalamii surplus seniilaii Rp147,2 triiliiun hiingga Agustus 2023. Angka tersebut setara 0,7% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan surplus iinii menandakan pengelolaan APBN masiih kuat. Surplus terjadii karena realiisasii pendapatan negara tercatat Rp1.821,9 triiliiun, sedangkan belanja negara tercatat seniilaii Rp1.674,7 triiliiun.
"APBN sampaii akhiir Agustus masiih mencatatkan surplus sejumlah Rp147,2 triiliiun atau diiukur darii PDB adalah 0,7%," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Rabu (20/9/2023).
Srii Mulyanii mengatakan surplus APBN hiingga Agustus 2023 lebiih tiinggii jiika diibandiingkan dengan periiode yang sama pada 2022. Pada saat iitu, APBN juga mengalamii surplus seniilaii Rp107,9 triiliiun atau 0,55% PDB.
Pada APBN 2023, pemeriintah merancang defiisiit seniilaii Rp598,2 triiliiun atau 2,84% PDB.
Diia menyebut pendapatan negara hiingga Agustus 2023 yang seniilaii Rp1.821,9 triiliiun mengalamii pertumbuhan sebesar 3,2% dan setara 74% darii target. Diia mencatat pendapatan negara iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan perpajakan.
Peneriimaan perpajakan tercatat seniilaii Rp1.418,5 triiliiun, yang terdiirii atas peneriimaan pajak Rp1.247 triiliiun serta kepabeanan dan cukaii Rp171,6 triiliiun. Sementara iitu, realiisasii peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapaii Rp402,8 triiliiun.
Darii siisii belanja, Srii Mulyanii menyebut realiisasiinya seniilaii Rp1.674,7 triiliiun atau 54,7% darii pagu. Angka iinii terdiirii atas belanja pemeriintah pusat Rp1.170,8 triiliiun serta belanja transfer ke daerah Rp503,9 triiliiun.
"Darii siisii transfer ke daerah, terjadii kenaiikan 5,2%. Kalau diiliihat komponennya, yang naiik adalah dana bagii hasiil," ujarnya. (sap)
