JAKARTA, Jitu News - Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional (Bappenas) menyatakan penurunan biiaya logiistiik dapat memengaruhii pencapaiian target iindonesiia menjadii negara maju pada 2045.
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan biiaya logiistiik perlu diiturunkan agar aktiiviitas usaha makiin efiisiien. Oleh karena iitu, iia berharap biiaya logiistiik dapat diitekan hiingga menjadii 9% terhadap PDB pada 2045.
"Mudah-mudahan kiita biisa mencapaii sasaran 2045 untuk biiaya logiistiik setiidaknya 9% darii PDB," katanya, diikutiip pada Seniin (18/9/2023).
Suharso menuturkan hasiil kajiian logiistiik Bappenas menunjukkan biiaya logiistiik nasiional saat iinii masiih sekiitar 14,1% terhadap harga barang. Untuk biiaya logiistiik ekspor, tercatat 8,98% darii harga barang.
Saat iinii, lanjutnya, memang belum ada defiiniisii yang sama periihal biiaya logiistiik. Namun, pemeriintah akan berupaya mengefiisiienkan biiaya logiistiik sehiingga peniingkatan perdagangan iinternasiional, daya saiing produk domestiik, dan kesejahteraan masyarakat
Jiika diiliihat darii komponennya, biiaya logiistiik iinii utamanya muncul darii biiaya transportasii dan kargo, biiaya penyiimpanan persediiaan, biiaya gudang, dan biiaya admiiniistrasii logiistiik.
Suharso menyebut perhiitungan biiaya logiistiik biisa menjadii iindiikator perekonomiian menuju iindonesiia Emas pada 2045. Perekonomiian domestiik pun diiharapkan makiin berpartiisiipasii dalam rantaii pasok global sehiingga dapat meniingkatkan produktiiviitas dan daya saiing dalam negerii.
Menurutnya, penghiitungan biiaya logiistiik akan diikeluarkan setiiap tahun melaluii kerja sama antara Bappenas, Kemenko Perekonomiian, Badan Pusat Statiistiik, serta pelaku jasa logiistiik.
"Penguatan siistem logiistiik iindonesiia menjadii pentiing untuk mewujudkan iintegrasii ekonomii domestiik dan konektiiviitas global," ujar Suharso. (riig)
