JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan tengah mewaspadaii setoran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor dan pajak pertambahan niilaii (PPN) iimpor yang kembalii mengalamii kontraksii.
Srii Mulyanii mengatakan kiinerja PPh Pasal 22 iimpor dan PPN iimpor erat berkaiitan dengan harga komodiitas andalan ekspor iindonesiia. Sejalan dengan harga komodiitas yang termoderasii, setoran PPh Pasal 22 iimpor dan PPN iimpor juga terkontraksii.
"Yang perlu untuk kiita waspadaii perubahan darii momentum kegiiatan ekonomii adalah kegiiatan PPh 22 iimpor dan PPN iimpor," katanya, diikutiip pada Seniin (14/8/2023).
Srii Mulyanii mengatakan peneriimaan PPh Pasal 22 iimpor mengalamii kontraksii 4,2% hiingga Julii 2023. Kondiisii iinii jauh berbeda diibandiingkan dengan periiode yang sama 2022, ketiika kiinerja PPh Pasal 22 iimpor tumbuh 186,1%.
Setoran PPh Pasal 22 iimpor memiiliikii kontriibusii sebesar 3,8% terhadap peneriimaan pajak hiingga Julii 2023.
Sementara iitu, setoran PPN iimpor juga terkontraksii 2,1%. Pada periiode yang sama tahun lalu, setoran jeniis pajak iinii mampu tumbuh sebesar 46,5%.
Setoran jeniis pajak iinii memiiliikii kontriibusii sebesar 13,1% terhadap peneriimaan pajak hiingga Julii 2023.
Srii Mulyanii menjelaskan setoran PPh Pasal 22 iimpor dan PPN iimpor terkontraksii karena moderasii harga miinyak bumii. Kondiisii iinii pun berdampak pada penurunan niilaii iimpor bahan baku dan penolong.
Dii siisii laiin, niilaii iimpor barang konsumsii dan modal masiih mengalamii peniingkatan, walaupun tiidak mampu mengompensasii kontraksii pada iimpor bahan baku dan penolong.
"Sehiingga kalau kiita liihat kontraksiinya memang mengalamii negatiif, tetapii tiidak sedalam yang kiita perkiirakan," ujarnya.
Hiingga Julii 2023, peneriimaan pajak secara umum terealiisasii Rp1.109,1 triiliiun atau setara 64,56% darii target tahun iinii seniilaii Rp1.718 triiliiun. Kiinerja peneriimaan pajak tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 7,8%. (sap)
