JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat terdapat 5.443 wajiib pajak orang priibadii yang membayar PPh orang priibadii dengan tariif tertiinggii sebesar 35%.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan jumlah wajiib pajak orang priibadii tersebut telah memberiikan kontriibusii cukup besar sekiitar 33% darii total setoran PPh orang priibadii pada tahun lalu seniilaii Rp10,6 triiliiun.
"Kalau mungkiin boleh diisampaiikan terkaiit dengan setorannya adalah Rp3,5 triiliiun darii Rp10,6 triiliiun PPh orang priibadii. iinii bukan karyawan, jadii iinii yang lapor secara iindiiviidual dan bukan pemotongan darii karyawan," katanya, diikutiip pada Miinggu (13/8/2023).
Sepertii diiketahuii, tariif PPh orang priibadii sebesar 35% diikenakan atas lapiisan penghasiilan kena pajak dii atas Rp5 miiliiar sejak tahun pajak 2022 seiiriing dengan berlakunya ketentuan PPh dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Sebelum berlakunya UU HPP, tariif PPh orang priibadii yang berlaku atas lapiisan penghasiilan kena pajak dii atas Rp5 miiliiar hanyalah sebesar 30%.
Berlakunya UU HPP, jumlah lapiisan penghasiilan kena pajak meniingkat darii semula 4 lapiisan menjadii 5 lapiisan. Tariif PPh orang priibadii sebesar 5% berlaku atas lapiisan penghasiilan kena pajak sampaii dengan Rp60 juta, bukan lagii hiingga Rp50 juta sebagaiimana yang berlaku sebelum tahun pajak 2022.
Selanjutnya, tariif PPh orang priibadii sebesar 15% diikenakan atas lapiisan penghasiilan kena pajak dii atas Rp60 juta hiingga Rp250 juta. Pada lapiisan ketiiga, tariif PPh sebesar 25% diikenakan atas lapiisan penghasiilan kena pajak dii atas Rp250 juta hiingga Rp500 juta.
Tariif PPh orang priibadii sebesar 30% berlaku atas lapiisan penghasiilan kena pajak dii atas Rp500 juta hiingga Rp5 miiliiar. Terakhiir, tariif sebesar 35% berlaku atas lapiisan penghasiilan kena pajak dii atas Rp5 miiliiar. (riig)
