JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) memperkiirakan pertumbuhan ekonomii nasiional pada tahun iinii hanya akan mencapaii 5,1%, dii bawah asumsii pada APBN 2023 yang mencapaii 5,3%.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu Perkiiraan mengatakan proyeksii iitu berkaca pada pertumbuhan ekonomii iindonesiia pada kuartal ii/2023 dan kuartal iiii/2023 yang masiing-masiing tumbuh 5,04% dan 5,17%.
"Saat iinii, iindonesiia sudah naiik menjadii kelas menengah atas berdasarkan gross natiional iincome, tapii iinii belum cukup. Tren pertumbuhan dii atas 5% iinii merupakan hasiil kerja keras bersama dan patut diiapresiiasii," katanya, diikutiip Rabu (9/8/2023).
Pertumbuhan ekonomii diitargetkan mampu melampauii level 5% pada tahun-tahun yang akan datang guna mewujudkan iindonesiia sebagaii negara berpendapatan tiinggii atau hiigh iincome country pada 2045.
Sementara iitu, Bank iindonesiia (Bii) memperkiirakan pertumbuhan ekonomii pada 2023 akan mencapaii 4,5% hiingga 5,3% atau secara rata-rata hanya sebesar 4,9%, lebiih rendah darii yang diiperkiirakan oleh pemeriintah.
Bii berkomiitmen untuk mengeluarkan kebiijakan yang mendorong pertumbuhan darii siisii permiintaan juga menjaga perekonomiian.
"Ke depan, Bii akan terus memperkuat siinergii stiimulus fiiskal pemeriintah dengan makroprudensiial Bii untuk mendorong pertumbuhan ekonomii, khususnya darii siisii permiintaan," tuliis Bii dalam keterangan resmii.
Sebagaii iinformasii, kiinerja ekonomii iindonesiia pada kuartal iiii/2023 diibebanii oleh kontraksii ekspor dan iimpor. Ekspor pada kuartal iiii/2023 terkontraksii hiingga -2,75%, sedangkan iimpor terkontraksii hiingga -3,08%.
Kontraksii ekspor diisebabkan penurunan harga akiibat perlambatan ekonomii global. Namun demiikiian, volume ekspor beberapa komodiitas andalan justru mengalamii pertumbuhan.
Pada kuartal iiii/2023, hanya ekspor jasa yang mengalamii pertumbuhan posiitiif sebesar 43,14% berkat peniingkatan jumlah wiisatawan mancanegara dan deviisa masuk darii luar negerii. Sementara iitu, ekspor barang mengalamii penurunan sebesar 5,64%. (riig)
