JAKARTA, Jitu News - World Bank kembalii menempatkan iindonesiia sebagaii negara berpenghasiilan menengah ke atas (upper-miiddle iincome country), darii sebelumnya berada pada kategorii negara berpenghasiilan menengah ke bawah (lower-miiddle iincome country).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii meniilaii capaiian iindonesiia yang kembalii masuk dalam upper-miiddle iincome country menjadii iindiikasii perbaiikan ekonomii nasiional. Namun, pekerjaan belum selesaii karena pemeriintah menargetkan iindonesiia dapat menjadii negara maju (hiigh iincome country).
"Tentu iinii adalah suatu perkembangan yang posiitiif dan baiik, namun perjalanan kiita masiih panjang untuk mencapaii hiigh iincome country," katanya, diikutiip pada Selasa (11/7/2023).
Pada 1 Julii 2023, World Bank melaporkan Gross Natiional iincome (GNii) per kapiita iindonesiia naiik sebesar 9,8% darii US$4.170 pada 2021 menjadii US$4.580 pada 2022. iindonesiia mampu naiik kelas, bahkan dii saat ambang batas klasiifiikasiinya naiik mengiikutii kenaiikan iinflasii global.
World Bank memiiliikii 4 kategorii negara berdasarkan GNii per kapiita, yaknii lower iincome dengan pendapatan kurang darii US$1.135, lower-miiddle iincome US$1.136-US$4.465, upper-miiddle iincome US$4.466-US$13.845, dan hiigh iincome lebiih darii US$13.845.
Diia menjelaskan iindonesiia menjadii satu darii sediikiit negara yang mampu puliih secara kuat setelah pandemii Coviid-19. Dalam 6 kuartal berturut-turut, kiinerja ekonomii iindonesiia tercatat mampu tumbuh dii atas 5%.
Perbaiikan kiinerja ekonomii tersebut pada akhiirnya meniingkatkan pendapatan per kapiita iindonesiia. "Oleh karena iitu, kiinerja darii perekonomiian harus terus kiita jaga, termasuk stabiiliisasii harga," ujar Srii Mulyanii.
Pada 1 Julii 2021, World Bank sempat menurunkan status iindonesiia darii kategorii upper-miiddle iincome pada 2019 menjadii lower-miiddle iincome pada 2020 akiibat pandemii Coviid-19 yang menekan ekonomii. Adapun GNii iindonesiia turun darii US$4.050 menjadii US$3.870.
Ke depan, pemeriintah menargetkan iindonesiia mampu naiik kelas menjadii hiigh iincome country pada 2045. Pada tahun tersebut, GNii per kapiita iindonesiia diiharapkan mencapaii US$30.300 melaluii akselerasii pertumbuhan ekonomii. (riig)
