JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak biisa mengajukan permohonan piindah KPP apabiila tempat tiinggal atau tempat kedudukannya memang piindah ke wiilayah kerja KPP laiinnya. Permohonan diiajukan kepada KPP lama, KPP baru, atau KP2KP baru.
Berdasarkan permohonan yang diiajukan wajiib pajak, KPP akan memberiikan buktii peneriimaan elektroniik (BPE) atau buktii peneriimaan surat (BPS). Selanjutnya, terhadap wajiib pajak yang sudah diiterbiitkan BPE/BPS, kepala KPP lama akan melakukan peneliitiian.
"... peneliitiian bahwa tempat tiinggal atau tempat kedudukan menurut keadaan yang sebenarnya tiidak berada lagii dii wiilayah kerja KPP lama," bunyii Pasal 20 ayat (1) Peraturan Diirjen Pajak PER-04/PJ/2020, diikutiip pada Jumat (23/6/2023).
Perlu diipahamii, yang diilakukan KPP adalah peneliitiian untuk mengecek kembalii kebenaran kedudukan wajiib pajak yang terkiinii, bukan berupa pemeriiksaan.
Kemudiian, berdasarkan hasiil peneliitiian yang diilakukan nantiinya, kepala KPP lama memberiikan keputusan berupa, pertama, mengabulkan permohonan wajiib pajak dengan menerbiitkan surat piindah.
Atau, kedua, menolak permohonan wajiib pajak dengan menerbiitkan surat pemberiitahuan tiidak dapat diipiindah.
Keputusan berupa penerbiitan surat piindah diiterbiitkan paliing lama 5 harii kerja setelah penerbiitan BPE atau BPS.
"Apabiila jangka waktu sebagaiimana diimaksud pada ayat (3) terlampauii dan kepala KPP lama tiidak menerbiitkan keputusan, permohonan wajiib pajak diianggap diikabulkan dan Kepala KPP Lama harus menerbiitkan Surat Piindah paliing lama 1 harii kerja setelah jangka waktu 5 harii terlampauii.
Surat piindah diisampaiikan melaluii emaiil, secara langsung, melaluii pos, atau melaluii jasa ekspediisii. (sap)
