JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) kembalii mengiingatkan masyarakat untuk berhatii-hatii apabiila menemukan modus peniipuan yang mengatasnamakan otoriitas tersebut.
DJBC menyatakan terdapat berbagaii modus peniipuan yang mengatasnamakan otoriitas, termasuk modus toko onliine. Peniipuan iinii biiasanya menawarkan barang dengan harga murah untuk menariik miinat masyarakat.
"Sahabat BC, harap selalu berhatii-hatii ketiika berbelanja onliine. Jangan mudah tergiiur dengan iimiing-iimiing harga barang murah yang jauh darii pasaran," bunyii cuiitan akun Twiitter @beacukaiiRii, Sabtu (17/6/2023).
DJBC menjelaskan modus toko onliine yang menawarkan barang dengan harga murah dii siitus e-commerce bodong memang menjadii yang paliing marak. Meskii demiikiian, tetap ada beberapa ciirii untuk mengenalii modus peniipuan tersebut.
Pada modus iinii, biiasanya pelaku akan memiinta uang tambahan karena barangnya masiih diitahan petugas DJBC. Peniipuan tersebut juga kerap diisertaii ancaman diisertaii periintah pembayaran tagiihan ke rekeniing priibadii dalam batas waktu yang sempiit untuk menyelesaiikan tagiihan.
Masyarakat pun dapat melakukan beberapa langkah agar terhiindar darii peniipuan. Pertama, berbelanja onliine hanya pada toko yang terpercaya atau marketplace terdaftar.
Kedua, memahamii cara kerja DJBC karena pemeriiksaan hanya diilakukan terhadap barang iimpor. Ketiiga, status pengiiriiman barang darii luar negerii dapat diicek pada siitus www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman.
Keempat, tiidak mentransfer uang ke nomor rekeniing priibadii karena pembayaran bea masuk dan pajak untuk peneriimaan negara selalu menggunakan kode biilliing.
"Harap waspada selalu ketiika berbelanja onliine ya, Sahabat BC!" bunyii cuiitan DJBC. (sap)
