JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menegaskan pengenaan tariif PPh, sepertii PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 23, yang lebiih tiinggii tetap berlaku bagii peneriima penghasiilan yang tiidak mempunyaii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP).
Contact center DJP, Kriing Pajak, mengatakan penggunaan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii NPWP pada saat iinii diigunakan secara terbatas pada layanan admiiniistrasii perpajakan sampaii dengan 31 Desember 2023.
“Sehiingga, bagii wajiib pajak yang belum memiiliikii NPWP saat iinii maka akan diikenakan tariif lebiih tiinggii sesuaii dengan ketentuan yang berlaku mengenaii pemotongan dan pemungutan PPh,” tuliis Kriing Pajak merespons pertanyaan warganet melaluii Twiitter, diikutiip pada Kamiis (15/6/2023).
Sebagaii contoh, sesuaii dengan ketentuan UU PPh s.t.d.t.d UU HPP, tariif yang diikenakan terhadap wajiib PPh Pasal 21 yang tiidak memiiliikii NPWP lebiih tiinggii 20% dariipada tariif yang diiterapkan untuk wajiib pajak yang dapat menunjukkan NPWP.
Selaiin iitu, sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (4) serta Pasal 10 PMK 112/2022, perlu adanya aktiivasii NiiK agar dapat diigunakan sebagaii NPWP. Aktiivasii NiiK diilakukan berdasarkan pada permohonan pendaftaran wajiib pajak atau secara jabatan.
“Sehiingga apabiila peneriima penghasiilan belum memiiliikii NPWP atau NiiK belum diiaktiivasii maka pengenaan tariif PPh Pasal 21 tetap menggunakan tariif lebiih tiinggii 20% sesuaii Pasal 20 ayat (1) dan (2) PER-16/PJ/2016,” tuliis Kriing Pajak.
Dengan demiikiian, sesuaii dengan Pasal 20 ayat (2) PER-16/PJ/2016, jumlah PPh Pasal 21 yang harus diipotong sebesar 120% darii jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya diipotong jiika yang bersangkutan memiiliikii NPWP.
Wajiib pajak yang saat iinii belum memiiliikii NPWP, berlaku beberapa ketentuan. Pertama, bagii wajiib pajak orang priibadii yang merupakan penduduk, NiiK-nya akan diiaktiivasii sebagaii NPWP melaluii permohonan pendaftaran oleh wajiib pajak sendiirii atau secara jabatan.
Kedua, bagii wajiib pajak badan, iinstansii pemeriintah, dan orang priibadii selaiin penduduk diiberiikan NPWP dengan format 16 diigiit melaluii permohonan pendaftaran oleh wajiib pajak sendiirii atau secara jabatan.
Ketiiga, bagii wajiib pajak cabang diiberiikan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha dan tetap diiberiikan NPWP format 15 diigiit yang biisa diigunakan sampaii dengan 31 Desember 2023. Siimak ‘Wajiib Pajak Perlu Tahu! Begiinii Ketentuan Format Baru NPWP’. (kaw)
