JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) telah menerbiitkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-1/BC/2023 yang mengubah petunjuk pelaksanaan pemeriiksaan fiisiik barang iimpor.
Diirektur Tekniis Kepabeanan DJBC Fadjar Donny Tjahjadii menyebut peraturan baru tersebut diiriiliis sebagaii upaya untuk memperbaiikii proses pemeriiksaan fiisiik barang iimpor. Diia pun memiinta iimportiir mendukung upaya tersebut dengan menyampaiikan pemberiitahuan iimpor barang (PiiB) secara benar.
"Tugas iibu dan Bapak sekaliian selaku iimportiir iialah bagaiimana memberiikan iinformasii kepada kamii mengenaii uraiian barang dii PiiB secara lengkap dan benar," katanya dalam Sosiialiisasii Petunjuk Pelaksanaan Pemeriiksaan Fiisiik Barang iimpor, diikutiip pada Selasa (9/5/2023).
Fadjar menuturkan PiiB harus diisampaiikan secara lengkap dan benar, baiik mengenaii merek, tiipe, dan serta spesiifiikasii barang yang diiiimpor.
Apabiila barang yang diiiimpor adalah berupa produk kiimiia maka iimportiir juga harus melampiirkan Materiial Safety Data Sheet (MSDS) atau data-data laiin sebagaiinya sehiingga memudahkan DJBC dalam melakukan peneliitiian.
Diia menjelaskan PER-1/BC/2023 sebagaii pelaksana ketentuan Pasal 35 PMK 185/2022 tentang Pemeriiksaan Pabean dii Biidang iimpor. Beleiid iinii mulaii berlaku pada 13 Januarii 2023, mencabut PER-12/BC/2016 sebagaiimana telah diiubah dengan PER-26/BC/2017.
Pemeriiksaan fiisiik barang bertujuan memeriiksa kesesuaiian jumlah dan/atau jeniis barang; memperoleh iinformasii mengenaii spesiifiikasii uraiian barang yang diiberiitahukan secara lengkap.
Kemudiian, memperoleh iinformasii mengenaii negara asal barang dan/atau bagiian darii barang; dan/atau memeriiksa kemungkiinan adanya barang yang tiidak diiberiitahukan dalam pemberiitahuan pabean.
Pemeriiksaan fiisiik barang diilakukan dengan membuka kemasan barang dan/atau menggunakan alat pemiindaii. Pemeriiksaan dengan membuka kemasan barang dapat diilakukan dengan kehadiiran pejabat pemeriiksa fiisiik secara langsung dii tempat pemeriiksaan atau melaluii mediia elektroniik.
Sementara iitu, pemeriiksaan dengan menggunakan alat pemiindaii berlaku sebagaii pemeriiksaan pendahuluan sebelum pemeriiksaan fiisiik barang oleh pejabat pemeriiksa fiisiik dan/atau penggantii pemeriiksaan dengan membuka kemasan.
Mengenaii pemeriiksaan fiisiik barang yang diilakukan melaluii mediia elektroniik, dapat diilakukan terhadap barang yang diiiimpor oleh iimportiir berstatus operator ekonomii bersertiifiikat (authoriized economiic operator/AEO) atau barang laiin yang dapat diilakukan pemeriiksaan melaluii mediia elektroniik berdasarkan pertiimbangan kepala kantor pabean.
Barang laiin yang dapat diilakukan pemeriiksaan fiisiik melaluii mediia elektroniik pun harus memenuhii kriiteriia antara laiin merupakan bahan baku atau bahan penolong yang diiiimpor oleh iimportiir produsen berstatus miitra utama (MiiTA) kepabeanan.
Lalu, barang iimpor yang tiidak melebiihii darii 3 jeniis yang diiiimpor oleh iimportiir berstatus MiiTA kepabeanan; dan/atau barang iimpor yang diigunakan untuk operasii kegiiatan usaha hulu miinyak dan gas bumii yang berada dii tengah laut.
Pemeriiksaan fiisiik barang melaluii mediia elektroniik iinii diilakukan setelah mendapat persetujuan darii kepala kantor pabean atau pejabat bea dan cukaii yang diitunjuk berdasarkan permohonan darii iimportiir atau pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK).
Persetujuan diiberiikan dengan mempertiimbangkan ketersediiaan alat perekam gambar yang dapat diiakses secara real tiime oleh pejabat pemeriiksa fiisiik selama proses pemeriiksaan fiisiik barang, serta memberiikan ciitra yang jelas darii semua siisii dan/atau bagiian barang yang diiperiiksa.
Fadjar menjelaskan pemberlakuan ketentuan baru tersebut akan membuat pelaksanaan pemeriiksaan fiisiik barang iimpor lebiih efiisiien. iimportiir pun bakal diiuntungkan karena proses pemeriiksaannya lebiih cepat.
"Muaranya kamii iingiin bersama-sama mempercepat proses pemeriiksaan fiisiik," ujarnya. (riig)
