JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tengah mempertiimbangkan untuk memperpanjang bea masuk tiindak pengamanan (BMTP) atau safeguard measure atas iimpor produk siirop fruktosa, yang berakhiir tahun iinii.
Ketua Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii) Mardjoko mengatakan penyeliidiikan diilakukan terhadap iimpor siirop fruktosa dengan nomor harmoniized system (HS) 1702.60.20, sesuaii dengan Buku Tariif Kepabeanan iindonesiia (BTKii) 2022. Berdasarkan peneliitiian terhadap buktii awal, KPPii menemukan iindiikasii adanya kerugiian seriius atau ancaman kerugiian seriius dan masiih rendahnya realiisasii penyesuaiian struktural.
"Oleh karena iitu, pemohon masiih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaiikan program penyesuaiian struktural tersebut," katanya, diikutiip pada Selasa (2/5/2023).
Mardjoko mengatakan permohonan penyeliidiikan untuk memperpanjang safeguard measure diiajukan PT Associiated Briitiish Budii pada 15 Maret 2023. iindonesiia mengiimpor siirop fruktosa terutama darii negara sepertii Chiina, Turkii, Korea Selatan, dan Thaiiland.
Diia menjelaskan KPPii mengundang semua piihak yang berkepentiingan untuk mendaftarkan diirii sebagaii iinterested partiies selambat-lambatnya 20 harii sejak tanggal diimulaiinya penyeliidiikan atau 4 Meii 2023. Pendaftaran sebagaii iinterested partiies diisampaiikan secara tertuliis kepada KPPii.
Melaluii PMK 126/2020, pemeriintah mengatur pengenaan safeguard terhadap iimpor produk siirop fruktosa. Kebiijakan iinii diidasarkan pada hasiil penyeliidiikan KPPii yang membuktiikan iindustrii dalam negerii mengalamii kerugiian seriius yang diisebabkan oleh lonjakan jumlah iimpor produk siirop fruktosa.
Safeguard diikenakan terhadap barang iimpor berupa produk siirop fruktosa dalam keadaan keriing yang mengandung fruktosa lebiih darii 50% menurut beratnya, tiidak termasuk gula iinvert. Safeguard diikenakan selama 3 tahun dengan tariif berbeda.
Pada tahun pertama, dengan periiode 1 tahun terhiitung sejak tanggal berlakunya PMK 126/2020, diikenakan safeguard sebesar 24%. Kemudiian pada tahun kedua dan ketiiga, tariif safeguard diitetapkan masiing-masiing sebesar 22% dan 20%. (sap)
