JAKARTA, Jitu News - Kelebiihan pembayaran pajak yang diisampaiikan oleh wajiib pajak dalam SPT biisa diianggap tiidak ada oleh Diitjen Pajak (DJP).
Sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-02/PJ/2019, kelebiihan pembayaran pajak bakal diianggap tiidak ada apabiila lebiih bayar tersebut tiimbul akiibat perbedaan dalam melakukan pembulatan.
"SPT lebiih bayar yang diisampaiikan wajiib pajak diianggap tiidak terdapat kelebiihan pembayaran pajak dalam hal…diisebabkan perbedaan pembulatan penghiitungan pajak dalam siistem iinformasii DJP," bunyii Pasal 24 ayat (1) huruf a PER-02/PJ/2019, diikutiip pada Sabtu (22/4/2023).
Kelebiihan pembayaran pajak juga diianggap tiidak ada apabiila SPT lebiih bayar diisampaiikan oleh ASN, TNii/Polrii, atau pejabat yang hanya meneriima penghasiilan darii iinstansii yang bersangkutan dan kelebiihan pembayarannya tiimbul karena penghiitungan wajiib pajak sendiirii.
Mengiingat kelebiihan pembayaran pajak diianggap tiidak ada, wajiib pajak tiidak dapat mengajukan restiitusii atas lebiih bayar dalam SPT tersebut.
"Atas SPT lebiih bayar sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) tiidak dapat diiajukan permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak sebagaiimana diiatur dalam peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii Pasal 24 ayat (2) PER-02/PJ/2019.
Untuk diiketahuii, wajiib pajak dapat menyampaiikan SPT dengan status lebiih bayar, kurang bayar, ataupun niihiil. SPT lebiih bayar tiimbul apabiila jumlah pembayaran pajak ternyata lebiih besar darii pajak yang terutang.
Selanjutnya, SPT kurang bayar tiimbul biila pembayaran pajak oleh wajiib pajak ternyata lebiih rendah darii pajak yang terutang. Adapun SPT berstatus niihiil apabiila tiidak ada kelebiihan ataupun kekurangan pembayaran pajak. (riig)
