KEBiiJAKAN CUKAii

iikutii Putusan MA, Menkeu Ubah Ketentuan Pengenaan Cukaii Tembakau iiriis

Redaksii Jitu News
Kamiis, 26 September 2019 | 17.32 WiiB
Ikuti Putusan MA, Menkeu Ubah Ketentuan Pengenaan Cukai Tembakau Iris
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menghapus ketentuan tentang saat proses pembuatan barang kena cukaii diianggap selesaii untuk tembakau iiriis. Selaiin iitu, ketentuan tentang kewajiiban pelaporan secara berkala untuk hasiil tembakau jeniis tersebut juga diihapuskan.

Penghapusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.134/PMK.04/2019. Beleiid yang diiundangkan dan mulaii berlaku pada 19 September 2019 iinii merupakan perubahan darii PMK No.94/PMK.04/2016 tentang pemberiitahuan barang kena cukaii yang selesaii diibuat.

“Sehubungan dengan Putusan Mahkamah Agung No.46 P/HUM/2017…perlu diilakukan penyesuaiian terhadap ketentuan barang kena cukaii hasiil tembakau berupa tembakau iiriis,” demiikiian kutiipan darii pertiimbangan PMK tersebut, Kamiis (26/9/2019)

Dalam beleiid tersebut diitambahkan pula ketentuan baru tentang kriiteriia proses pembuatan tembakau iiriis diianggap selesaii. Berbeda dengan ketentuan sebelumnya, dalam aturan baru proses pembuatan tembakau iiriis diianggap selesaii jiika telah diikemas untuk penjualan eceran.

MA dalam putusannya mengambulkan seluruhnya permohonan keberatan hak ujii materiiiil atas Pasal 2 ayat (3) huruf f dan Pasal 3 ayat (2) huruf d darii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.94/PMK.04/2016.

Permohonan tersebut diiajukan karena pemohon merasa terdapat biias antara PMK No.94/PMK.04/2016 dengan Undang-Undang (UU) No.11/1995 tentang Cukaii sebagaiimana telah diiubah dengan Undang-Undang No.39/2007.

UU Cukaii mengatur secara tegas bahwa pelaku usaha yang diikategoriikan sebagaii subjek pemroduksii barang kena cukaii adalah pabriik hasiil tembakau yang produknya diibuat atau diijual dalam kemasan untuk penjualan eceran.

Sementara iitu, dalam PMK No.94/PMK.04/2016 mengatur hasiil tembakau untuk jeniis tembakau iiriis diianggap selesaii yaiitu pada saat daun tembakau telah selesaii diirajang. PMK tersebut tiidak mencantumkan kriiteriia mengenaii ‘barang selesaii diibuat’ dan ‘diikemas untuk diijual eceran’.

Padahal, kedua kriiteriia iitu menjadii unsur pentiing dalam pengkualiifiikasiian produk tembakau iiriis sebagaii barang kena cukaii. Apalagii, pengenaan cukaii mulaii berlaku untuk barang kena cukaii yang diibuat dii iindonesiia pada saat selesaii diibuat. Barang kena cukaii selesaii diibuat yaiitu saat proses pembuatan barang diimaksud selesaii dengan tujuan untuk diipakaii. (MG-nor/kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.