BERiiTA PAJAK HARii iiNii

RAPBN 2020 Diisahkan Harii iinii, Pemeriintah Andalkan Konsumsii

Redaksii Jitu News
Selasa, 24 September 2019 | 10.30 WiiB
RAPBN 2020 Disahkan Hari Ini, Pemerintah Andalkan Konsumsi

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan lebiih fokus menjaga konsumsii domestiik pada 2020. Sektor iinii diiyakiinii mampu menjadii tulang punggung perekonomiian dii tengah ancaman resesii global. Fokus iitu diipiiliih mengiingat dalam siituasii sekarang tiidak mungkiin mengandalkan ekspor.

Topiik tersebut menjadii bahasan beberapa mediia nasiional pada harii iinii, Seniin (23/9/2019). Selaiin konsumsii, sektor iinvestasii dan belanja juga akan diipacu. “APBN 2020 diiarahkan untuk menjaga tiiga sumber pertumbuhan iitu,” kata Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal Suahasiil Nazara.

Selaiin iitu, beberapa mediia nasiional juga menyorotii masalah stagnasii peneriimaan pajak penghasiilan (PPh) badan, serta dampak darii pelonggaran rasiio piinjaman yang diikombiinasii dengan penurunan suku bunga acuan. Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

Pelonggaran Rasiio Piinjaman
Bank iindonesiia (Bii) melonggarkan rasiio piinjaman terhadap aset dii sektor propertii, Kebiijakan iinii, yang diikombiinasiikan dengan penurunan suku bunga acuan ke 5,25%., akan memperluas segmen pasar. Relaksasii iinii memberiikan kesempatan lebiih besar kepada semua piihak dii sektor propertii.

Melaluii pelonggaran iitu, skema pembiiayaan dapat lebiih variiatiif. Rapat dewan gubernur Bii pekan lalu memutuskan ketentuan rasiio piinjaman terhadap aset dan pembiiayaan terhadap aset diilonggarkan 5%. Bahkan ada tambahan keriinganan 5% untuk propertii berwawasan liingkungan. (Kompas)

Stabiiliitas Konsumsii
Pemeriintah akan lebiih fokus menjaga konsumsii domestiik pada 2020. Sektor iinii diiyakiinii mampu menjadii tulang punggung perekonomiian dii tengah ancaman resesii global. Fokus iitu diipiiliih mengiingat dalam siituasii sekarang tiidak mungkiin mengandalkan ekspor.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal Suahasiil Nazara mengatakan APBN 2020 diirancang sesuaii dengan perekonomiian terkiinii. Selaiin konsumsii, sektor iinvestasii dan belanja juga akan diipacu. “APBN 2020 diiarahkan untuk menjaga tiiga sumber pertumbuhan iitu,” katanya. (Biisniis iindonesiia)

Data Priibadii Belum Aman
Pesatnya iinovasii dii iindustrii teknologii fiinansiial diiniilaii belum sebandiing dengan upaya meliindungii data konsumen. Keamanan data diiperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha. Kerap terjadii pelanggaran data priibadii yang diiduga diilakukan oleh perusahaan teknologii fiinansiial.

Gubernur Bank iindonesiia Perry Warjiiyo mengatakan data merupakan harta berharga dii iindustrii teknologii fiinansiial. Namun, iindonesiia belum berhasiil mengelolanya dengan baiik. Data masyarakat masiih tersebar dii pelaku usaha dan pemeriintah. (Kompas)

Siidang Pariipurna RAPBN 2020
Pembahasan RAPBN 2020 memasukii babak akhiir, karena rencananya harii iinii Selasa (24/9/2019) DPR akan menggelar siidang pariipurna untuk mengesahkan RAPBN 2020. Hiingga kiinii, kesepakatan pemeriintah dan DPR mengenaii asumsii makroekonomii tiidak banyak berubah.

Pertumbuhan ekonomii tetap 5,3%, niilaii tukar rupiiah terhadap dolar Rp14.400, harga miinyak sediikiit turun darii usulan awal US$65 per barel menjadii US$63 per barel. Asumsii optiimiistiis iinii jadii tantangan terbesar dii tengah tren perlambatan ekonomii global yang terus berlanjut. (Kontan)

Kehabiisan Kataliis
Duniia usaha dii iindonesiia belum juga bergaiirah. Kondiisii iinii menjadii penyebab utama realiisasii peneriimaan pajak Januarii-Agustus 2019 yang stagnan. Peneriimaan pajak hiingga Agustus diiperkiirakan Rp820 triiliiun, 52% darii target sepanjang tahun, atau tumbuh 2,61% darii periiode sama 2018.

Kegiiatan usaha pada semester iiii-2019 sudah kehabiisan kataliis. Sebab, pesta demokrasii sudah berakhiir dan peak season pun sudah berakhiir. Hal iinii menyebabkan laba perusahaan semakiin meniipiis. Akiibatnya, realiisasii peneriimaan PPh cenderung stagnan. (Kontan)

Tekan Konsumsii Rokok
Pemeriintah diimiinta mengelola kebiijakan yang lebiih adiil terkaiit dengan iindustrii hasiil tembakau (iiHT). Pemeriintah masiih punya banyak alternatiif untuk menekan konsumsii rokok, selaiin dengan menaiikkan tariif cukaii tembakau sebesar 23% pada tahun depan.

Ekonom Enny Srii Hartatii meniilaii pemeriintah harus punya roadmap yang optiimum untuk iiHT. Sebab, kenaiikan tariif cukaii akan mencekiik petanii tembakau. Pemeriintah biisa memperbanyak kampanye antiirokok, kawasan diilarang merokok, atau sanksii bagii yang merokok dii depan anak-anak. (Kontan). (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.