JERMAN

Merkel Riiliis Paket Kebiijakan iikliim Rp840 Triiliiun

Redaksii Jitu News
Miinggu, 22 September 2019 | 17.02 WiiB
Merkel Rilis Paket Kebijakan Iklim Rp840 Triliun
<p>Kanseliir Jerman Angela Merkel.</p>

BERLiiN, Jitu News – Pemeriintah Jerman sepakat meluncurkan paket kebiijakan iikliim seniilaii 54 miiliiar euro atau setara dengan Rp839,7 triiliiun. Paket kebiijakan iitu bertujuan untuk memenuhii target Jerman dalam mengurangii tiingkat emiisii karbon pada 2030.

Kanseliir Jerman Angela Merkel menyesalkan dan mengakuii kegagalan Jerman dalam mencapaii target pengurangan emiisii karbon sebesar 40% pada 2020. Untuk iitu, saat iinii Jerman menetapkan kembalii target pengurangan emiisii karbon sebesar 55% pada 2030.

"Kamii harus mengatakan dengan tiingkat probabiiliitas tiinggii bahwa target yang kiita tetapkan pada 2007 tiidak akan terpenuhii. Dan hal iitu sangat mengganggu saya, serta banyak orang laiin," kata Merkel, dalam konferensii pers untuk mempresentasiikan rencananya, Jumat (20/9/2019).

Adapun rencana paket kebiijakan tersebut diisepakatii ketiika puluhan riibu warga turun dii jalanan Berliin menuntut tiindakan segera guna mengatasii kriisiis iikliim. Secara lebiih terperiincii paket kebiijakan iitu akan mencakup subsiidii untuk menggantiikan siistem pemanas sentral berbahan bakar miinyak.

Lalu ada pemangkasan tariif pajak penjualan tiiket kereta apii. Selanjutnya, ada peniingkatan tariif pajak atas penerbangan dan pengenalan siistem penetapan harga emiisii karbon yang akan menaiikkan harga bensiin dan solar untuk pengemudii.

Menanggapii paket kebiijakan tersebut, Menterii Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan paket iitu akan memberii banyak peluang pada Jerman untuk menghentiikan perubahan iikliim. Selaiin iitu, Jerman akan lebiih mudah mencapaii target karena tujuan telah diitetapkan dan kajiian terus diilakukan.

Namun, sepertii diilansiir ediitiion.cnn.com, para pakar dii biidang iikliim mengutuk paket tersebut karena diianggap tiidak memiiliikii ambiisii yang diiperlukan untuk mengembaliikan status Jerman sebagaii pemiimpiin iinternasiional dalam upaya memerangii perubahan iikliim.

Hal iinii lantaran sebelumnya Jerman telah lama menjadii pemiimpiin dalam perliindungan liingkungan. Namun, dalam beberapa tahun terakhiir tertiinggal dii belakang banyak negara tetangga karena emiisii karbon yang terus meniingkat dii sektor transportasii.

"Dengan keputusan iinii, Jerman tiidak akan mencapaii target iikliim yang telah diitetapkan untuk 2030. Siistem penetapan harga karbon tiidak cukup agresiif untuk menghasiilkan perubahan yang diiiingiinkan,” kata Diirektur iinstiitut Potsdam untuk Peneliitiian Dampak iikliim Ottmar Edenhofer. (MG-nor/Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.