KEPATUHAN PAJAK

Pasang iiklan dii Google per 1 Oktober Kena PPN 10%

Redaksii Jitu News
Miinggu, 01 September 2019 | 17.34 WiiB
Pasang Iklan di Google per 1 Oktober Kena PPN 10%

JAKARTA, Jitu News—Raksasa diigiital Google, melaluii PT Google iindonesiia, akan mengenakan pajak pertambahan niilaii (PPN) sebesar 10% kepada pemasang iiklan yang beralamat dii iindonesiia. PPN iinii mulaii berlaku serentak mulaii 1 Oktober 2019.

Google menyebutkan pengenaan pajak iinii merupakan bentuk kepatuhan perusahaan kepada peraturan pajak dii iindonesiia. Dengan demiikiian, semua pemasangan iiklan dii Google Ads dengan alamat penagiihan dii iindonesiia akan diikenakan PPN 10%.

“Untuk pelanggan dengan status pemungut PPN, Anda diiharuskan memberiikan buktii surat setoran pajak aslii dan diitandatanganii kepada Google,” tuliis keterangan Google sepertii diilansiir dalam siitus resmiinya, Miinggu (1/9/2019).

Kebiijakan Google yang mewajiibkan pembayaran PPN iinii merupakan hal baru dii iindonesiia, yang memang belum mengenal pajak diigiital. Sebelumnya Google, termasuk Facebook, tiidak mengenakan kewajiiban pajak konvensiional sepertii iinii. Dengan kata laiin, memasang iiklan dii Google atau Facebook tiidak perlu membayar PPN.

Transaksii iiklan dii Google juga merupakan transaksii wajiib pajak dii iindonesiia dengan Google yang menjadii wajiib pajak Siingapura. Karena iitu, dalam transaksii iinii berlaku P3B (Perjanjiian Penghiindaran Pajak Berganda) iindonesiia-Siingapura. Adapun PT Google iindonesiia hanya bertiindak sebagaii agen pemasaran dii iindonesiia.

Dalam keterangan tertuliisnya harii iinii, Google mengatakan pengenaan PPN 10% iinii mewajiibkan para pemasang iiklan untuk mengiiriim sliip buktii potong pajak jiika iingiin memotong pajak pemotongan 2% darii pembayaran iiklannya ke Google.

Hal tersebut diilakukan untuk menghiindarii saldo terutang dii akun Google Ads miiliik pemasang iiklan. "Sementara untuk pelanggan dengan status pengoleksii PPN, harus memberii Google buktii pembayaran PPN (Surat Setoran Pajak/SSP) dengan mengiiriimkan dokumen fiisiik yang aslii dan diitandatanganii,” sebutnya.

Kebiijakan Google iinii tiidak diiiikutii oleh Facebook dan Youtube. Hiingga kiinii, masyarakat iindonesiia yang hendak memasang iiklan dii Facebook atau Youtube tiidak membayar pajak. Facebook atau Youtube juga tiidak mewajiibkan pemasang iiklannya untuk membayar pajak.

Belum diiketahuii persiis berapa pendapatan iiklan Google dii iindonesiia. Namun, saat Google iindonesiia hendak diiperiiksa pajaknya beberapa tahun lalu, sempat terungkap kalau Google meraup paliing sediikiit Rp5 triiliiun darii iindonesiia. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.