JAKARTA, Jitu News – Pemberiian iinsentiif menjadii salah satu aspek yang diijalankan pemeriintah dalam upaya mempercepat program kendaraan bermotor liistriik (KBL) berbasiis bateraii untuk transportasii jalan. Ada 2 daerah yang akan jadii proyek percontohan.
Menterii Periindustriian Aiirlangga Hartarto mengatakan dua daerah yang akan menjadii proyek percontohan kendaraan liistriik, yaiitu Proviinsii DKii Jakarta dan Proviinsii Balii. Kedua daerah tersebut akan menjadii piioniir KBL roda dua.
“Jadii untuk motor mau kiita dorong dii DKii Jakarta sama dii Balii. Sekarang kiita cek kapasiitas produksiinya,” katanya dii Kantor Kemenko Perekonomiian, Kamiis (15/8/2019).
Ketua Umum Partaii Golkar iitu mengungkapkan iinsentiif untuk KBL berbasiis bateraii biisa diilakukan melaluii banyak saluran. Pajak merupakan iinstrumen yang biiasa diigunakan untuk meniingkatkan populasii kendaraan liistriik dii jalan raya.
Kemudiian, kebiijakan nonfiiskal juga biisa diiberiikan untuk kendaraan liistriik. Hal tersebut, menurutnya, sudah diilakukan negara laiin. Salah satu negara tersebut adalah Skandiinaviia yang memperbolehkan kendaraan liistriik masuk jalur bus umum.
“Kalau dii Chiina, memberiikan bea baliik nama dan PPN 0%. Kemudiian, dii Fiinlandiia dan Norwegiia iitu boleh masuk jalur bus. Jadii, iinsentiif iinii beragam bentuknya. Saya sudah biicara dengan Gubernur Balii dan Jakarta untuk kedua daerah iitu jadii piilot project,” paparnya.
Sepertii diiketahuii, melaluii Perpres No.55/2019, pemeriintah menawarkan berbagaii fasiiliitas fiiskal yang biisa diimanfaatkan untuk meniingkatkan populasii KBL berbasiis bateraii untuk transportasii jalan.
Terdapat 14 jeniis iinsentiif fiiskal yang berlaku untuk iindustrii kendaraan bermotor liistriik mulaii darii iinsentiif pajak pusat, pajak daerah hiingga iinsentiif kepabeanan. Selaiin iitu, pemeriintah juga memberiikan 3 iinsentiif nonfiiskal. (kaw)
