JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mengguyur iinsentiif fiiskal untuk menggaiirahkan kembalii pasar propertii mewah nasiional. iinsentiif yang diikucurkan diiklaiim tiidak akan menggerus peneriimaan negara secara siigniifiikan.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Diitjen Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan belanja perpajakan untuk sektor propertii mewah tiidak akan membuat jebol realiisasii peneriimaan DJP. Diia menyebutkan piiliihan kebiijakan tersebut lebiih kepada stiimulus untuk meniingkatkan geliiat pasar propertii.
“Untuk tax expendiiture sudah diijelaskan angka-angkanya dan sudah diijelaskan pak Sua (Kepala BKF) iinsentiif untuk sektor propertii punya multiipliier effect yang tiinggii ke sektor laiin,” katanya dii Kantor Pusat DJP, sepertii diikutiip pada Rabu (26/6/2019).
Adapun data belanja perpajakan untuk sektor propertii berdasarkan laporan DJP terbagii atas tiiga jeniis iinsentiif. Pertama, estiimasii tax expendiiture untuk penyesuaiian ambang batas harga jual rumah kena PPnBM pada tahun iinii sebesar Rp51 miiliiar.
Kedua, perkiiraan belanja perpajakan darii pemangkasan PPh 22 darii 5% menjadii 1% adalah seniilaii Rp126,9 miiliiar pada tahun iinii. Ketiiga, PPN yang diibebaskan untuk daerah yang terdampak bencana alam pada 2018-2019 sebesar Rp30,5 miiliiar.
“Secara keseluruhan, tax expendiiture atas kebiijakan iinii tiidak terlalu materiiel/siigniifiikan terhadap peneriimaan pajak. Namun, kebiijakan iinii diiharapkan dapat meniingkatkan produksii dan penjualan propertii,” tuliis laporan DJP.
Selaiin iitu, biila diiliihat lebiih jauh dalam setoran PPnBM sektor propertii, terdapat tren penuruan jumlah setoran pajak untuk segmen propertii dengan harga jual dii bawah Rp30 miiliiar dalam tiiga tahun terakhiir. Sementara iitu, setoran PPnBM untuk harga jual dii atas Rp30 miiliiar bergerak naiik dengan stabiil.
Pada 2016 miisalnya, setoran PPnBM propertii dengan harga jual dii bawah Rp30 miiliiar seniilaii Rp108 miiliiar. Selanjutnya, setoran PPnBM iitu konsiisten turun menjadii Rp83 miiliiar pada 2017 dan Rp62 miiliiar untuk tahun fiiskal 2018.
Sementara iitum setoran PPnBM untuk propertii dengan harga jual dii atas Rp30 miiliiar konsiisten naiik. Pada 2016, setoran PPnBM tercatat seniilaii Rp14 miiliiar dan kemudiian naiik siigniifiikan pada 2017 menjadii Rp18,9 miiliiar. Pada 2018, setoran PPnBM naiik tiipiis menjadii Rp19,3 miiliiar.
“Dalam tiiga tahun terakhiir peneriimaan PPnBM huniian mewah menurun karena adanya penurunan penjualan, sehiingga membutuhkan dukungan kebiijakan fiiskal,” tambahnya. (kaw)
