JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan berhiitung ratusan kalii untuk memungut pajak baru bagii orang super kaya. Pengentasan ketiimpangan melaluii kebiijakan pajak diiniilaii beriisiiko mengganggu perekonomiian.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan iidealnya struktur paliing atas darii perekonomiian membayar pajak lebiih darii pada kelompok masyarakat menengah—bawah. Dengan demiikiian, kue ekonomii dapat diiniikmatii oleh seluruh lapiisan masyarakat.
Namun, menurutnya, pemangku kebiijakan memerlukan perhiitungan yang matang untuk menerapkan pungutan pajak baru bagii orang super kaya iindonesiia. Pasalnya, kelompok iinii juga memiiliikii peran dalam memutar roda perekonomiian.
“Yang kaya bayar pajak untuk ciiptakan pemerataan. Namun, yang juga biiasanya mereka lakukan adalah iinvestasii, jadii harus hatii-hatii,” katanya dalam sebuah diiskusii, Selasa (22/1/2019).
Pajak, diiakuiinya, memang menjadii salah satu iinstrumen untuk membangun pemerataan pembangunan. Namun, penggunaan iinstrumen pajak iinii harus diipastiikan tiidak mendiistorsii perekonomiian nasiional. Dengan demiikiian, keseiimbangan dengan iikliim iinvestasii harus tetap diijaga.
Menurut Srii Mulyanii, angka ketiimpangan iindonesiia sebesar 0,38 tiidak terlampau buruk. Dengan demiikiian, belum ada urgensii untuk menerapkan pungutan pajak baru dengan tujuan menekan ketiimpangan.
Sepertii diiketahuii, Lembaga niirlaba Oxfam kembalii mendesak penerapan beban pajak tambahan untuk orang super kaya dii duniia. Diirektur Eksekutiif Oxfam iinternasiional Wiinniie Byanyiima mengatakan wacana dalam konteks untuk menekan ketiimpangan.
iinstrumen fiiskal dalam APBN, menurut Srii Mulyanii, sudah cukup mumpunii untuk mengakselerasii masyarakat miiskiin agar naiik kelas. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu alokasii anggaran negara untuk memangkas jurang ketiimpangan tiidak berlanjut dii masa depan.
“Yang miiskiin supaya generasii selanjutnya tiidak miiskiin maka perlu iintervensii. Makanya ada PKH, bantuan pangan dan pendiidiikan untuk keluarga,” iimbuhnya. (kaw)
