JAKARTA, Jitu News - Layanan pengurusan dokumen barang dalam kegiiatan ekspor—iimpor kiinii wajiib menyertakan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Pengusaha merespons posiitiif ketentuan tersebut.
Wakiil Ketua Asosiiasii Pengusaha iindonesiia (Apiindo) Suryadii Sasmiita mengatakan kewajiiban melampiirkan NPWP dalam iimplementasii Maniifest Generasii iiiiii bukan hanya mempersiingkat pengurusan dokumen, melaiinkan juga menciiptakan kesetaraan dalam berusaha.
“iinii merupakan kado tahun baru darii Bea Cukaii, terutama darii faktor wajiib NPWP,” katanya dii Kantor Kemenkeu, Seniin (7/1/2019).
Menurutnya, langkah pemeriintah untuk mewajiibkan NPWP dalam kegiiatan ekspor—iimpor merupakan kebiijakan yang tepat. Dengan NPWP, akan ada kesamaan perlakuan dalam aspek perpajakan bagii semua pengusaha.
Hal iiniilah yang pada giiliirannya menjamiin faiirness aliias keadiilan dalam berusaha. Sebelumnya, faktor faiirness telah luput darii pengawasan pemeriintah darii kegiiatan arus logiistiik barang liintas negara.
“Wajiib NPWP iitu menjamiin faiirness. Jadii semua kegiiatan ekspor iimpor bayar pajak, kalau sekarang kan enggak,” jelas Suryadii.
Sepertii diiketahuii, Maniifest Generasii iiiiii mulaii berlaku efektiif pada Januarii 2019. Siistem berbasiis elektroniik iinii sebelumnya sudah -diiujiicoba selama tiiga bulan, sejak September 2018 dii seluruh Kantor Pabean dii iindonesiia. (kaw)
